Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Askar Bertuah Membuka Luka Lama Mahesa Jenar

Askar Bertuah Membuka Luka Lama Mahesa Jenar

METROSEMARANG.COM – PSIS gagal mendulang poin dalam lawatan ke markas PSPS Pekanbaru. Hasil tersebut belum sebanding dengan perombakan skuat yang dilakukan jajaran manajemen jelang bergulirnya babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Kekalahan dari tim berjuluk Askar Bertuah itu seakan kembali mengorek luka lama Mahesa Jenar yang belum juga menemukan keseimbangan di sisi kiri pertahanan.

Andrianto Ariza (putih) menjadi satu-satunya bek kiri murni yang dimiliki PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Andrianto Ariza (putih) menjadi satu-satunya bek kiri murni yang dimiliki PSIS. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS datang ke Stadion Kaharudin Nasution, Minggu (2/10), dengan penuh percaya diri. Jawara Grup 4 itu baru saja mendapat tambahan delapan amunisi anyar yang diharapkan bisa membuat skuat Eko Riyadi semakin garang.

Mahesa Jenar juga punya bekal rekor tandang yang cukup oke di fase sebelumnya. Empat kemenangan ditorehkan Johan Yoga dkk dari enam laga yang berlangsung di kandang lawan.

Tapi, catatan positif itu tak berlaku di hadapan Askar Bertuah, atau lebih tepatnya M Fahri. Gelandang PSPS inilah yang menghancurkan asa PSIS mencuri poin di Pekanbaru. Eks penggawa Persitara dua kali membobol gawang Syaiful Amar lewat eksekusi tendangan bebas dan hanya bisa dibalas satu gol oleh Johan Yoga.

Kebobolan dari situasi set piece sebenarnya di luar kebiasaan PSIS. Sepanjang fase penyisihan grup, gawang Mahesa Jenar hanya tiga kali dibobol melalui skema bola mati (2 penalti) dan empat dari open play.

Anak buah Eko Riyadi sendiri justru jago memanfaatkan set piece menjadi gol. Tercatat ada sembilan dari total 20 gol PSIS berawal dari bola mati (4 penalti).

Pada laga di Stadion Kaharudin Nasution tersebut PSIS juga memberi kesempatan tiga debutan sebagai starter. Bayu Andra mengisi peran dua gelandang bertahan bersama Ahmad Agung, sedangkan Dedi CP bertugas sebagai salah satu winger di lini serang.

Kejutan justru terlihat dari komposisi di lini pertahanan. Rio Saputra yang baru beberapa hari bergabung langsung menjalani debut sebagai duet centre back bersama Tegar Pribadi, yang dalam masa persiapan ke Pekanbaru lebih sering berduet dengan Fauzan Fajri.

Kejutan lainnya adalah tampilnya Andriantono Ariza untuk mengawal sisi kiri pertahanan. Padahal, dalam beberapa sesi latihan game, pos tersebut kerap diisi Safrudin Tahar, dengan sisi kanan pertahanan dipercayakan kepada Herry Susilo atau Ganjar Mukti. Dua rekrutan anyar ini tak dibawa ke Kota Bertuah.

Kuartet back four Andre-Tegar-Rio-Tahar hanya bertahan selama 27 menit. Empat menit setelah gawang Syaiful Amar kebobolan di menit 23, Eko menarik keluar Andriantono dan memasukkan Fauzan Fajri. Rio pun bergeser ke kiri untuk memberi tempat Fauzan berduet bareng Tegar.

Keputusan pergantian sebelum paruh pertandingan memberi indikasi ada masalah di sisi kiri. Situasi yang sama juga pernah terjadi kala PSIS menjamu Persibat Batang di pekan kedua. Saat itu Topas Pamungkas digantikan Fajar Bagus saat laga belum genap berumur setengah jam.

Sisi kiri pertahanan memang menjadi salah satu titik lemah Mahesa Jenar sejak awal babak penyisihan grup. Topas yang semula diharapkan bisa menutup lubang tersebut, ternyata tak bisa memenuhi ekspektasi. Pun dengan Fajar yang sebenarnya adalah seorang bek kanan. Keduanya juga sudah didepak dari skuat.

Masalahnya, tiga bek anyar yang didatangkan tak satupun yang punya spesialisasi sebagai bek kiri murni. Rio dan Ganjar lebih condong sebagai stopper, sedangkan Herry biasa berperan di sisi kanan pertahanan.

Keseimbangan di sisi kiri bukan satu-satunya pekerjaan rumah yang mendesak dibenahi Eko Riyadi. Pelatih 48 tahun ini juga dituntut bisa sesegera mungkin memadukan pemain-pemain anyar dalam skema permainan yang dia inginkan.

“Transisi dari bertahan ke menyerang masih harus kami benahi lagi,” katanya.

Kekalahan dari PSPS tak harus membuat panik kubu Mahesa Jenar. Masih ada lima laga lagi yang bisa dimaksimalkan untuk mendulang poin. Akhir pekan ini, Fauzan Fajri cs bakal menjamu Persekap Pasuruan di Jatidiri, sebelum kembali melakoni away ke kandang PSGC Ciamis, sepekan kemudian. (twy)