Home > METRO BERITA > Atasi Kemacetan, Hendi Kampanyekan Naik BRT pada Pelajar

Atasi Kemacetan, Hendi Kampanyekan Naik BRT pada Pelajar

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang berusaha keras mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan seiring kemajuan kota. Pada awal tahun ini pemkot telah membuat gebrakan dengan memberlakukan sistem satu arah pada sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, Jalan Thamrin, dan Jalan Veteran.

Wali Kota Hendrar Prihadi saat mengunjungi SMP Negeri 6. Kampanye naik BRT untuk pelajar akan terus digiatkan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pemberlakuan sistem satu arah meskipun awalnya mendapat penolakan dari pengguna jalan, namun kini terbukti telah berhasil memecah simpul kemacetan di Kota Semarang. Selain itu, dalam mengurai kemacetan, pemkot juga berencana membangun simpang susun di daerah Ngaliyan, Pedurungan, dan Banyumanik. Serta pelebaran jalan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang.

Namun, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, semua hal yang dilakukannya tersebut tidak dapat menjamin ke depannya Kota Semarang akan tetap terbebas dari kemacetan. Hal itu dikarenakan jumlah pengguna kendaraan bermotor di jalanan Kota Semarang setiap harinya terus bertambah.

“Perlu lebih dari sebuah penanganan teknis untuk dapat mengurangi potensi kemacetan di sebuah kota. Budaya bepergiannya juga harus diubah”, kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi, Selasa (14/3).

Karena itu, Hendi yang baru dilantik pada awal tahun lalu menyatakan akan mengkampanyekan naik kendaraan umum ke setiap SMP di seluruh Kota Semarang. Tujuannya guna menanamkan budaya naik kendaraan umum sejak kecil.

Elektronik Ticket BRT. Pemkot akan membagikan E-Ticket BRT untuk pelajar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

“Kita akan bagikan E-Ticket Bus Trans Semarang gratis kepada siswa dan siswi di SMP untuk dapat digunakan selama satu bulan,” jelas wali kota Hendi.

Dia menambahkan E-Ticket Bus Trans Semarang yang dibagikan secara gratis tersebut berisi saldo Rp 50.000, sedangkan tarif Bus Trans Semarang yang berlaku untuk pelajar sendiri adalah Rp 1.000.

Untuk mendukung kampanye naik kendaraan umum di sekolah-sekolah tersebut, pihaknya juga meyiapkan bus Trans Semarang khusus pelajar. “Saat ini kami siapkan 16 Bus Trans Semarang khusus pelajar yang akan beroperasi mulai pagi hari jam setengah enam (05.30),” tambahnya.

Sebanyak 16 bus khusus pelajar yang dapat mengakomodir 848 penumpang, terdiri dari 4 bus besar yang masing-masing berkapasitas 83 penumpang dan 12 bus sedang yang masing-masing berkapasitas 43 penumpang.

Bus tersebut, jelasnya, dirancang agar dapat mengakomodir kebutuhan transportasi para pelajar pasalnya masing-masing bus hanya berjarak 10 menit. Dari 4 koridor masing-masing koridor terdapat 2 pool dan masing-masing pool terdapat 2 Bus Trans khusus pelajar.

Sedangkan bus pertama, ketiga, kelima dan seterusnya tetap melayani seluruh penumpang baik pelajar maupun umum. Dengan tetap menawarkan pembayaran menggunakan kartu yang menjamin pembayaran lebih cepat dan mudah. Dimana kartu tersebut dapat dibeli di shelter transit Pemuda, Imam Bonjol, Karangayu, dan RS. Elisabeth. (duh)