Home > METRO BERITA > Atlet Binaraga Ini Kecewa Tersangkut Doping saat PON XIX Jabar

Atlet Binaraga Ini Kecewa Tersangkut Doping saat PON XIX Jabar

METROSEMARANG.COM – Mheni, peraih medali perak dalam ajang PON XIX Jabar mengaku kecewa setelah Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menyatakan dirinya terbukti mengonsumsi stanzolol, zat terlarang yang termasuk kategori doping. Pasalnya, ia tak pernah sekalipun menjamah zat terlarang itu selama mengikuti ajang empat tahunan tersebut.

Mheni harus merelakan medali perak yang dia peroleh di PON XIX Jabar karena dituding mengonsumsi doping. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Saya kaget karena tidak pernah minum barang itu. Tapi kenapa nama saya tertera dalam daftar atlet yang terkena doping di PON XIX Jabar,” katanya, di Sasana Ryu Gym Jalan Majapahit Semarang, Rabu (11/1).

Ia mengatakan kabar tersebut diterimanya langsung saat perwakilan tim LADI menghubunginya belum lama ini. Ia seolah dipaksa mengaku menggunakan doping saat bertarung memperebutkan medali di kelas 75 kilogram.

“Berulang kali saya dikontak oleh Pak Cahyo Adi yang menyatakan kalau saya positif pakai doping. Maksudnya apa dia ngomong seperti itu terus seakan saya dipaksa mengakuinya. Padahal, saya tidak pernah minum suplemen yang mengandung stanzolol,” terang pria yang telah berkecimpung di dunia adu otot itu selama 20 tahun terakhir.

Ia sendiri selama ini hanya sebatas mencari suplemen yang dianggap mampu meningkatkan kemampuan ototnya sebelum bertarung dalam ajang PON XIX Jabar.

“Yang saya enggak habis pikir, kenapa di tubuh saya ada kandungan zat stanzolol, apakah karena ada suplemen yang mengendap di tubuh selama ini, saya juga tidak tahu,” ungkap Mheni.

Atas kondisi tersebut, PB PON telah memintanya mengembalikan medali dan uang pembinaan yang telah ditransfer separuh kepada dirinya.

Mheni, merupakan atlet binaraga yang meraih perak di kelas 75 kilogram, sementara medali emas diraih atlet Sumatera Barat atas nama Iwan Samuray, sedangkan perunggu didapat atlet asal Jawa Timur.

Selain Mheni, masih ada dua atlet binaraga asal Jateng yang tersangkut doping dan secara keseluruhan terdapat 12 atlet yang diumumkan oleh pihak LADI mengonsumsi doping.

Sedangkan Purjanto, pelatih binaraga di Sasana Ryu Gym hanya bisa pasrah setelah tahu atletnya tersangkut kasus doping. Semua keputusan saat ini ada di tangan PB PON.

Kendati demikian, ia mencium gelagat aneh ketika tudingan doping dialamatkan kepada atletnya. Ia dalam waktu dekat akan mendatangi kantor PB PON untuk memprotes indikasi keterlibatan atletnya dalam kasus doping kali ini.

“Karena kesannya tiap atlet yang kena doping bisa dilobi. Saya mencium gelagat yang aneh saat nama-nama atletnya bisa berubah setiap waktu. Ini ada apa sebenarnya,” keluhnya. (far)