Home > METRO BERITA > Aura Berikan Isyarat Ini Sebelum Meninggal

Aura Berikan Isyarat Ini Sebelum Meninggal

METROSEMARANG.COM – Kasus dugaan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh David Nugraha, warga Jomblang Perbalan, RT 7 RW 2, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Selasa (8/11) merenggut satu nyawa. Korban adalah Aura Safia Nugraha, putri sulung David Nugraha. Bocah 7 tahun ini sejatinya masih duduk di bangku kelas I SDN Candi 03.

Yuni menunjukkan Foto Aura. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Yuni menunjukkan Foto Aura. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Sebelumnya, pada Senin (7/11) atau sehari sebelum kejadian, Aura masih masuk dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Namun tingkah Aura tampak berbeda dari kesehariannya yang ceria dan aktif.

“Hari Senin Aura tidak bicara sama sekali pada saya,” kenang Sri Wahyuni, wali kelas Aura saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/11).

Yuni menuturkan, seharian Aura tidak bicara atau mengerjakan tugas. Memang Yuni merasa ada yang aneh dengan anak didiknya itu.

Tetapi ia tidak menduga hari itu akan jadi hari terakhirnya bertemu Aura. “Saya kira dia sakit, soalnya selama pelajaran kepalanya ditaruh di atas meja,” imbuhnya.

Yuni juga mengaku bahwa Aura sempat memberikan semacam petunjuk yang tidak ia duga sebelumnya. Pada saat pelajaran, Yuni memberikan tugas untuk mendeskripsikan keadaan di malam hari.

Dari lima nomor yang harusnya diisi Aura hanya mengisi satu nomor dengan satu kata saja. “Dia hanya nulis gelap, itu saja,” kata Yuni.

Yuni merasa mungkin itu hal yang dirasakan Aura sehingga ia begitu murung. Meski Aura dekat dengannya tapi ternyata gadis periang itu tidak pernah bercerita tentang kondisi keluarganya.

Aura kecil hanya bercerita mengenai kejadian menyenangkan yang dialaminya. “Dia nggak pernah cerita tentang keluarga, paling ya itu cuma kalau dia lagi seneng habis dajak jalan-jalan,” pungkas Yuni. (vit)