Home > METRO BERITA > Awal 2015 Pembangunan Underpass Jatingaleh Bisa Dimulai

Awal 2015 Pembangunan Underpass Jatingaleh Bisa Dimulai

image

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang meyakinkan bahwa tahun ini pembebasan tanah untuk pembangunan underpass Jatingaleh bisa selesai dilakukan. Untuk fisiknya juga sudah koordinasi dengan pemerintah pusat akan dimulai pada tahun depan. Sementara pembangunannya secara multiyears dua tahun pelaksanaan seperti fly over Kalibanteng.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin, dirinya sudah melihat daftar list dari pemerintah pusat. Dalam list tersebut sudah disiapkan anggaran untuk pembangunan underpass Jatingaleh. Sehingga dapat dipastikan tahun 2015 nanti pembangunan underpass sudah akan dimulai.

‘’Kami sudah melihat daftar listnya bahwa anggaran dari pemerintah pusat sudah disiapkan. Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa tahun 2015 pembangun underpass Jatingaleh sudah dapat kita mulai,’’ katanya Minggu (31/8/2014).

Harapannya ketika pembangunan sudah berjalan maka persoalan penataan lalu lintas harus segera diselesaikan. Karena diakui, persoalan pengalihan arus lalu lintas masih dalam koordinasi dengan pihak terkait. Diharapkan persoalan pengaliah arus ini bisa selesai sebelum dimulainya pembangunan.

‘’Untuk pengalihan arus belum, mungkin nanti setelah mendekati akhir-akhir tahun kami akan intens melakukan koordinasi dengan pihak Satker atau nasional. Saya yakin bahwa Satker pun punya kepentingan terhadap pembangunan sehingga pasti akan segera dilakukan koordinasi,’’ katanya.

Iswar mengatakan, setiap tahun anggaran pihaknya sering koordinasi dengan pemerintah pusat kaitannya dengan pembangunan jalan nasional di ruas Kota Semarang ini. Sehingga yakin bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan underpass akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Berapa anggaran yang dipersiapkan untuk pembangunan fisik, dia mengaku belum mendapat tembusan dari pemerintah pusat berapa nilainya. ‘’Tetapi kami tahu bahwa list tersebut sudah muncul, sudah disetujui oleh pemerintah pusat. Cuman nominalnya berapa kami belum tahu,’’ katanya.

Namun kalau kebutuhannya sesuai dengan RAB 2012, menurutnya sekitar Rp82 miliar. Tapi dengan RAB 2012 tahun tersebut, dimungkinkan sudah ada peningkatan harga satuan atau harga material. Sehingga sangat mungkin kebutuhan tersebut akan ada peningkatan.

Sementara untuk pembebasan tanah, Iswar mengatakan masih terus dilakukan sesuai dengan prosedur berlaku. Diharapkan bulan September dan Oktober negosiasi harga dengan masyarakat pemilik lahan sudah dimulai. Sedangkan untuk pengukuran sudah dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

‘’Berapa bidang (lahan)nya yang masih dalam negosiasi saya tidak hafal karena itu kewenangan ada di P2T. Karena selama ini yang mengikuti rapat-rapat adalah kabid kami dengan pihak P2T. Tapi untuk lokasinya sudah pasti karena sudah ada DEDnya dari pemerintah pusat,’’ kata Iswar. (MS-13)