Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Awas, Bahaya Mematikan dalam Wewangian

Awas, Bahaya Mematikan dalam Wewangian

image
Ilustrasi

LEBIH dari 95 persen bahan kimia dalam wewangian buatan berasal dari zat petrokimia, antara lain turunan benzena, aldehydes, phthalates, dan banyak racun lainnya yang dapat menyebabkan kanker, cacat lahir, gangguan sistem syaraf, dan menimbulkan reaksi alergi.

Di Amerika Serikat, perusahaan wewangian dapat menyembunyikan ratusan bahan kimia buatan dalam sebuah kata ‘fragrance’, tanpa menyebutkan bahan-bahan apa saja yang digunakan, dan hal ini dilegalkan.

Semua ini berkaitan dengan rahasia penjualan di industri pembuatan parfum. Hal ini bermula saat sebuah perusahaan parfum besar di negara federal tersebut meminta adanya perlindungan bagi mereka untuk tidak mencantumkan bahan dasar maupun formula pembuatan wewangian, yang saat itu adalah bunga dan minyak, dalam kemasan parfum.

Namun hari-hari itu telah berlalu. Perusahaan yang dilindungi pemerintah Amerika saat ini adalah mereka yang memiliki lisensi untuk meracuni jutaan warga Amerika dengan lebih dari 3 ribu bahan kimia yang diserap, dihirup dan ditelan tiap hari.

Para peneliti dari Environmental Working Group (EWG) mendapati lebih dari 75 persen produk yang mencantumkan kata ‘fragrance’ mengandung phthalates. Bahan kimia ini dapat mengganggu aktivitas hormon, mengurangi jumlah sperma, menyebabkan gangguan reproduksi dan dapat memicu terjadinya kanker payudara, kanker hati, diabetes, dan obesitas.

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Dr. Philip J. Landrigan dari Mount Sinai Children’s Environmental Health Center, paparan phthalates pada ibu hamil dapat berbahaya bagi janin, karena dapat menyebabkan autisme, gangguan syaraf dan gangguan kemampuan berfikir dan hiperaktif (ADHD).

Lalu bagaimana caranya menghindari wewangian? Dewasa ini, sudah banyak kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti memakan produk-produk yang benar-benar organik dan membaca tabel nutrisi pada kemasan makanan. Akan tetapi, sebagian besar produk perawatan tubuh hingga produk pembersih rumah mengandung ‘fragrance’. Bahan-bahan dalam ‘fragrance’ terserap dalam aliran darah melalui kulit.

Untuk itu, disarankan agar kita menghindari segala produk yang mencantumkan kata ‘fragrance’ dalam kemasan, termasuk parfum, cologne, losion tubuh, tisu basah, pengharum ruangan, lilin, kertas pengering, deterjen, dan lain sebagainya.

Beberapa waktu lalu, ditemukan mainan anak-anak yang mengandung phthalates. Meskipun bahan ini sudah dilarang, namun phthalates tetap digunakan di produk lain.

Bahkan jika terdapat kata ‘fragrance free’, produk tersebut bisa saja masih mengandung komposisi wewangian sebagai zat untuk menutupi bau bahan kimia yang digunakan. Maka, bacalah kemasan dengan teliti dan seksama.

Banyak negara sudah melarang penggunaan phthalates, antara lain Uni Eropa, Kanada, Korea Selatan, Jepang dan China. Sayangnya pemerintah Amerika baru akan membatasi penggunaan phthalates jika ditemukan bukti bahwa bahan ini membuat kerusakan pada organ tubuh manusia.

Jadi, saatnya kita memutuskan, masihkah kita harus menggunakan produk berpewangi? (ren)