Awas, Demam Berdarah Banyak Menyerang Usia Enam sampai 14 Tahun

Wali Kota Hendrar Prihadi mengunjungi RSUD Ketileng, Sabtu (7/2). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Wali Kota Hendrar Prihadi mengunjungi RSUD Ketileng, Sabtu (7/2). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi perhatian serius Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Pasalnya, persebaran penyakit ini sudah menghawatirkan. Pada Sabtu (8/2) pagi, Wali Kota melakukan kunjungan ke RSUD Ketileng guna melihat langsung kondisi pasien DBD di sana.

Tercatat, ada 23 anak yang harus dirawat karena DBD di RSUD Ketileng ini dengan empat orang diantaranya dirawat di ICU. Menurut direktur RSUD Susi Herawati, penderita DBD lebih banyak pada range usia enam sampai 14 tahun. Sebagai bentuk kewaspadaan, ditekankannya, RSUD Kota Semarang siap menerima pasien dan tidak akan merujuk ke rumah sakit lain.

“Secara kuantitas ruangan, kami siap menampung dan menerima pasien. Tenaga medis pun terus disiapsiagakan menghadapi wabah DBD ini,” ungkap Susi.

Sebelum mengunjungi RSUD Ketileng wali kota juga memimpin secara langsung gerakan resik-resik Kali di sepanjang Kali Madukoro, Semarang Barat bersama ratusan warga masyarakat dan pelajar.

Wali kota berharap masyarakat terus bergerak melawan DBD dan menggalakkan aksi kebersihan lingkungan mulai masing-masing. (ade)

You might also like

Comments are closed.