Home > METRO BERITA > Awas! ‘Nyogok’ Polisi Bisa Kena 1 Tahun Bui dan Denda Rp 50 Juta

Awas! ‘Nyogok’ Polisi Bisa Kena 1 Tahun Bui dan Denda Rp 50 Juta

AKBP Windro Akbar saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Foto Metrosemarang/dok satlantas polrestabes
AKBP Windro Akbar saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Foto Metrosemarang/dok satlantas polrestabes

SEMARANG – Timbulnya pungutan liar (pungli) juga tak bisa dipisahkan dari upaya masyarakat sipil untuk menyuap petugas. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku juga turut berperan untuk meminimalisasi pungli.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Windro Akbar mengatakan, pihaknya membikin kebijakan untuk memberikan penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat. Dengan tujuan agar tidak memberi ruang kepada anggota Satlantas melakukan pungli. “Kami juga akan mengamankan dan periksa masyarakat yang coba melakukan suap kepada anggota Satlantas,” tegasnya.

Lanjut Windro, permohonan pembuatan SIM baru dan perpanjangan harus dilakukan sesuai prosedur. “Tidak ada model titip dari masyarakat dan tidak ada pungli,” tandasnya.

Dibeberkannya, terkait perbuatan tersebut bakal diancam Pasal 11 UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun paling lama 5 tahun. Dalam aturan tersebut, ancaman denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak 250 juta.

Selebihnya, petugas Sarlantas dilarang melakukan penilangan di dalam Pos Lantas. Selain itu seluruh Pos Lantas tidak diperbolehkan menggunakan kaca hitam melainkan kaca bening. “Tidak ada anggota bermain di pos lalu lintas lainnya ketika dia bertugas di pos lalu lintas tertentu,” ungkap mantan Kasat Pam Obvit Polrestabes Semarang ini.

Untuk layanan masyarakat, juga sediakan SMS center 085741423886, facebook Satlantas Polrestabes Semarang, Twitter @lantas_semarang, Blog satlantas-polrestabessemarang-blogspot.com terkait keluhan pungli. (les)

.

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link