Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Awas, Perilaku Seks Bebas Mengancam Remaja Semarang

Awas, Perilaku Seks Bebas Mengancam Remaja Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Hubungan seks di luar nikah bukan lagi dianggap tabu. Setidaknya jika hal itu ditanyakan pada mereka yang bertindak sebagai pelakunya. Sayangnya, perilaku seks bebas itu sudah melibatkan hampir semua lapisan usia, dari remaja hingga dewasa..

Perilaku seks merupakan salah satu kebutuhan pokok yang senantiasa mewarnai pola kehidupan manusia dalam masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma budaya yang berlaku. Terkadang juga terjadi penyimpangan dan pelanggaran perilaku seks di luar batas hak-hak kehormatan dan tata susila kemanusiaan.

Pakar seksologi dr Iwan Setiawan menyebutkan, perilaku seks bebas sangat rawan dilakukan oleh remaja, termasuk di Semarang. Terlebih, remaja adalah masa dimana seseorang ingin mencoba hal baru.

Menurutnya, perkembangan zaman sekarang bisa menjadi pemicu rasa penasaran anak-anak muda, termasuk pelajar dan mahasiswa. “Banyak anggapan di zaman sekarang, kalau pacaran tidak “gituan” berarti tidak gaul,” ujarnya beberapa waktu lalu di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang.

Itu yang menjadi penekanan Iwan agar para remaja menghindari hal-hal yang memicu terjadinya hubungan seks Hal-hal kecil seperti gandengan tangan, ciuman juga bisa memancing untuk melakukan hubungan.

“Kalau ada cewek diajak ciuman cowoknya, tolak secara tegas. Kalau menolaknya secara halus, cowok akan semakin penasaran,” pesannya.

Oleh karena itu, dia menegaskan untuk mengindari hubungan sex sebelum adanya hubungan pernikahan. “Untuk lebih amannya, setiap pasangan yang akan menikah sebaiknya melakukan tes kesehatan, termasuk tes HIV agar kedua pasangan benar-benar yakin dengan kesehatan pasangan,” imbuh Iwan.

Sementara, berdasarkan data Komisi Nasional Anak jumlah pengaduan kekerasan anak di Indonesia meningkat 60 persen dari 2012-2013. Secara spesifik, 58 persen diantaranya adalah kekerasan seksual. Tak hanya itu, pergaulan bebas di kalangan remaja masih terjadi dan ujung-ujungnya remaja nekat melakukan aborsi.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa dari 2,4 juta aborsi pada tahun 2012, dilakukan remaja usia pra nikah atau tahap SMP dan SMA. (ade)