Home > METRO BERITA > GADGET & TEKNO > Bahaya Pokemon Go (Lagi)

Bahaya Pokemon Go (Lagi)

Mengingat banyak tanggapan dari pembaca, artikel ini akan menjelaskan lebih detail, gagasan tentang bahaya Pokemon Go bagi negara.

selain upload data secara sukarela dalam kemasan game augmented reality (ar), para pemain pokemon go akan menginvasi privasi orang di sekitarnya. invasi perdagangan gadget menanti. (photo : nintendo)
selain upload data secara sukarela dalam kemasan game augmented reality (ar), para pemain pokemon go akan menginvasi privasi orang di sekitarnya. invasi perdagangan gadget menanti. (photo : nintendo)

Pokemon Go termasuk permainan AG (augmented reality), bermain sambil mengembara di dunia nyata. Mungkin orang tertarik karena serunya.

Ini proyek panjang, menambang bisa data pemakai. Perusahan pengembangnya, Niantic, sebelumnya telah mencobakan permainan InGress pada tahun 2012 dan Google Field Trip.

Pokemon Go itu memelihara telur dan menangkap pokemon. Permainan ini mengenal Pokestops dan Gym, tempat-tempat “pemberhentian” untuk mengumpulkan poin. Bukan berhenti, tetapi mencari pokemon atau bertempur. Yang paling menantang biasanya tempat-tempat dengan landmark bersejarah, seperti museum, terminal, monumen, untuk mengumpulkan poin.

Memang, “bertempur” selalu menjadi bagian game jenis AG. Para pemain itu tidak berwisata atau jalan-jalan. Untuk game yang hanya konsentrasi pada layar seperti Clash of Clans (CoC), seorang pemain butuh konsentrasi tinggi, apalagi augmented reality seperti Pokemon.
Konsentrasi harus terbagi, antara ponsel dan jalan.

Pemain harus terpaku pada smartphone kalau mau berhasil. 1% dapat kenalan, 99% cuek dengan sekitar.

Beberapa kasus menghebohkan, telah diberitakan dan sempat viral. Shayla Wiggins (19) menemukan mayat lelaki di sungai Riverton saat mencari Pokemon Air. Tidak jarang pula, beredar meme dan gambar hoax sebagai reaksi atas permainan ini. Itu sebabnya banyak media besar menceritakan hebohnya permainan ini, dan lebih fokus kepada efek sosial Pokemon Go.

Augmented reality sudah pasti bekerja berdasarkan GPS (general positioning system), mengingat salah satu pencipta game ini bekerja menggawangi produk Google Earth.

Ini permainan hanya cocok bagi orang yang tidak mengerti bagaimana sebuah algoritma pemrograman bekerja. Algoritma yang bisa dijelaskan kepada seorang anak kecil.

Dari mana Pokemon Go membedakan itu tempat bersejarah atau kantor modern?
Pertama, dari data Google Earth.

Pokemon Go berbasis lokasi. Nyalakan GPS. Jika pemain sedang di tempat “ini” maka alam dicocokkan dengan peta yang ada di satelit, atau jika tidak terjangkau, dicocokkan dengan peta yang sudah tersimpan.

Kedua, dari pola umum tata letak dan lokasi bangunan.

Game ini dirancang dengan “jalan” di permainan dan “jalan” pada umumnya.

Bagaimana dengan tempat yang sudah berubah wajah atau beralih-fungsi? Tempat seperti kota lama Semarang, misalnya, banyak gedung kuno yang sudah dikonversi menjadi perkantoran modern.

Kembalinya, pada pola umum tata letak dan lokasi bangunan.

Di mana ada tugu peringatan bersejarah, di situ pasti ada kantor pemerintah. Di mana ada pinggir laut, di situ pasti banyak kantor dagang. Di mana ada pasar, di dekatnya pasti ada masjid dan sekolah. Anda bisa coba cocokkan dengan lingkungan masing-masing.

Warna bangunan juga bisa dideteksi dengan mudah, gerakan dua orang yang sedang sama-sama bermain juga mudah dilihat sebagai titik-titik yang bergerak. Atau sekadar username. Atau angka.

Begitulah algoritma pemrograman bekerja. Kalau sudah ketahuan bagaimana arsitektur pemrograman sebuah game, maka game menjadi tidak seru lagi. Kalaupun masih menganggap seru, akan ditertawakan orang lain.

Singkatnya, yang terpenting adalah input untuk melengkapi database di server Pokemon. Semakin lengkap, semakin cerdas, dan semakin menguntungkan bagi Pokemon. Siapa yang memberikan masukan? Tentu saja pemakai, pemain.

Orang, tempat, kata kunci, hanyalah sebuah penomoran. Bisa bertambah, bisa populer, bisa diatur menjadi sajian data statistik secara instan, dan harus searchable.

Pemain yang berlari sampai kakinya patah, hanyalah sebuah titik dalam peta. Apa yang dijalankan pemain hanyalah input bagi mesin.

Sekelompok orang dalam data berupa username, nomor telepon, email, dan lokasi GPS bisa dipetakan dalam seketika menjadi sajian statistik.
Melalui addons untuk Google Spreadsheet (semacam Microsoft Excel online keluaran Google) bernama “Mapping Sheet”, orang bisa mengubah sebuah tabel menjadi peta interaktif.

Tabel berupa nomor telepon, alamat, dan nama tempat (terserah kolomnya apa saja) bisa dikonversi menjadi peta digital dalam sekejap.

Bayangkan, apa yang bisa dilakukan Pokemon Go, Google, Facebook, dll. jika semakin banyak menambang data.

Banyak pemakai akun Google yang tidak menganggap datanya penting. Padahal jika sudah bicara data, itu berarti kontak telepon, email, dan akses ke media sosial yang menggunakan akun Google.

Apa yang terjadi jika kolom seperti di video itu semakin lengkap? Anda tahu jawabannya.

Sekali lagi, banyak orang tidak menganggap data yang mereka kirimkan itu penting.

Telah terjadi banyak pergeseran, namun belum disadari banyak orang.

Saya berikan contoh, bagaimana Facebook mengubah kebijakan. Sebelum Juni 2016, Facebook menyatakan bahwa dia tidak melacak lokasi pemakai akun Facebook, tak lama kemudian, setelah Juni, Facebook mengubah kebijakan dengan menggunakan daftar kontak di telepon Anda untuk diajak berkomunikasi di Facebook.

Singkatnya, jika saya punya nomor seorang penyanyi terkenal di kontak telepon saya, maka Facebook akan menyarankan penyanyi ini (jika dia punya akun Facebook) ke dalam daftar “People You May Know” (Orang yang Mungkin Anda Kenal), meskipun penyanyi itu tidak mencatat nomor telepon saya.

Jangan heran kalau tiba-tiba ada orang yang tidak Anda kenal, disarankan Facebook. Mungkin Anda pernah menyalakan GPS (secara tak sengaja) di radius 5-10 kilometer di dekat “orang itu” atau ada kesamaan almamater sekolah atau hanya kesamaan hobi. Bisa jadi. Itu hanya sebuah kolom dalam database Facebook.

Facebook meninggalkan penandaan lokasi, tetapi langsung memakai kontak telepon di ponsel Anda.

Saat menginstall aplikasi Facebook, biasanya tidak ada pilihan pengaturan apa yang diijinkan pemakai. Secara default, pilihannya adalah “mengijinkan”. Facebook semakin pintar dan mengerti, karena Anda mengijinkan Facebook memasuki data pribadi, seperti: lokasi, daftar nomor telepon, file yang bisa di-share, dll.

Apalagi jika kemasan “permintaan ijin” ini berupa permainan. Apa yang akan Anda berikan ke database Pokemon Go berbentuk point, health, dan jarak-tempuh. Semakin edan, semakin liar, dan “suka-suka” karena ponsel di tangan.

Seperti umumnya tren yang sedang disukai orang, banyak orang menguji Pokemon Go, mulai dari keamanannya sampai efek sosialnya.
GravityHalo menyediakan layanan online untuk mengakali Pokemon Go, dengan sistem proxy, tanpa syarat jailbreak, dan bisa dapat koin dalam hitungan menit.

@DennisCode di Twitter berhasil hack Pokemon Go dengan mitm proxy. (Photo : Twitter)
@DennisCode di Twitter berhasil hack Pokemon Go dengan mitm proxy. (Photo : Twitter)

Den Delimarsky (@DennisCode) di status Twitter menampilkan screenshot bagaimana dia hack Pokemon Go dengan mitmproxy (man-in-the-middle proxy), melewati pemeriksaan sertifikat keamanan.

Dennis tidak perlu menawarkan jasa menjadi joki Pokemon Go seperti yang disediakan situs PokeWalk. Jika menggunakan jasa PokeWalk, ponsel Anda akan dipinjam, dipakai bermain menyelesaikan level, dan baterai akan di-charge sambil berjalan berburu Pokemon.

Database para pemain Pokemon Go semakin lengkap, bisa saling-berbagi menggunakan Google My Maps, sehingga menghasilkan peta seperti ini:

Kalaupun game ini nanti secara resmi dilansir dan mendunia, tentu akan ada pengamanan sistem yang ketat agar permainan ini tidak mudah diakali pemakai dan hacker. Terlepas dari pengamanan itu, data pemakai (yang sering tidak dianggap penting pemakai) sudah menjadi milik server Nintendo.

Masih mau bermain Pokemon Go? Pikirkan lagi apa yang terjadi 5-10 tahun mendatang. [d]

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link