Home > METRO BERITA > Balai Kota Semarang Mendadak Bau Amis, Ternyata Ini Penyebabnya

Balai Kota Semarang Mendadak Bau Amis, Ternyata Ini Penyebabnya

METROSEMARANG.COM – Puluhan pedagang ikan basah dan ikan asin Pasar Rejomulyo melakukan aksi unjuk rasa di balai kota Semarang, Senin (23/1). Mereka menolak direlokasi atau dipindahkan ke bangunan pasar yang baru.

Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam aksinya menggunakan beberapa kendaraan bak terbuka mereka membawa ikan. Bahkan ikan basah dan ikan asin tersebut digantung di pintu gerbang balai kota yang dijaga ketat Satpol PP dan Kepolisian. Bau amis pun menyeruak di antara kerumanan peserta aksi.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Semarang tidak memaksa pedagang pindah ke Pasar Rejomulyo baru di Jalan Pengapon. Sebab Pasar Rejomulyo lama (Pasar Kobong) yang saat ini mereka tempati sudah 36 tahun jadi ikon Kota Semarang bahkan Jawa Tengah.

Pedagang meminta agar Wali Kota Semarang turun langsung ke lapangan agar tahu duduk persoalannya. Sehingga dapat mencari solusi terbaik secara bersama-sama.

Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”36 tahun kami jadi ikon Jateng tapi dikerdilkan. Wali Kota harus turun ke lapangan jangan hanya kaki tangannya dan mari duduk bersama mencari solusinya,” kata seorang peserta aksi, Mujib.

Relokasi bagi pedagang dinilai momok yang menakutkan. Karena kondisi Pasar Rejomulyo baru yang dinilai masih jauh dari memadai untuk aktifitas pedagang ikan basah maupun asin. Mereka menghendaki justru Pemerintah Kota Semarang mau merenovasi Pasar Kobong. Sehingga tidak kumuh dan semakin representatif untuk ditempati para pedagang. (duh)