Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Bambang ‘Pacul’ Perkirakan Pertarungan Sengit di Pilkada Cilacap

Bambang ‘Pacul’ Perkirakan Pertarungan Sengit di Pilkada Cilacap

METROSEMARANG.COM – Tensi politik di Kabupaten Cilacap bakal semakin memanas saat memasuki bursa Pilkada serentak jilid II pada 2017 nanti. Pasalnya, pasangan calon petahana dipastikan bersaing ketat dengan duet calon Taufik Nur Hidayat dan Faiqoh Subky yang telah mendapat rekomendasi dari DPP PDIP.

Bambang Wuryanto  Foto: metrosemarang.com/dok
Bambang Wuryanto
Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto memperkirakan pertarungan Pilkada Cilacap bakal menjadi tantangan terberat yang dihadapi partainya. Pencalonan incumbent Tatto Suwarto Pamuji yang membelot ke Partai Golkar menurutnya pantas diwaspadai.

Bahkan, pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu mengibaratkan pertarungan Pilkada Cilacap sebagai perang Baratayudha dalam kisah nyata di panggung politik. Bukan hanya ‘penghianatan’ Tatto yang pada periode sebelumnya diusung PDIP, tapi keberadaan Faiqoh┬áSubky yang notabane keponakan sang bupati.

“Cilacap sangat berat karena ada perang Baratayudha. Makanya kita di tiap wilayah selalu pasang komandan yang berbeda dan disesuaikan dengan karakteristik tiap daerahnya,” kata Bambang usai Rapat Pemenangan Pilkada Serentak 2017 PDI Perjuangan di Hotel Santika Semarang, Selasa (20/9).

Sementara, Taufik Nur Hidayat, siap menabuh genderang perang untuk menantang incumbent yang maju kembali di Pilkada 2017. “Musuh incumbent tidak mudah. Tapi saya siap maju siap perang dan siap menang. Kita akan perang habis-habisan. Karena kita enggak bisa disepelekan begitu saja,” kata Taufik.

Menurutnya calon incumbent pasti punya kekuatan massa yang besar karena didukung tingginya popularitas di Cilacap. Kendati demikian, ia mengaku telah menyiapkan segala strategi untuk menuju perebutan basis suara yang tinggal tiga bulan lagi.

Upaya yang ia lakukan saat ini ialah dengan menggandeng Faiqoh Subky, seorang kader PPP di Cilacap. Namun, ia bilang sosok wakilnya itu terbilang unik lantaran masih punya hubungan keluarga dengan incumbent.

“Kebetulan saya baru kenal beliau dua hari lalu. Dan ternyata beliau berasal dari Ponpes Al Bayan Majenang yang notabene dikelola oleh keluarga besar pasangan incumbent. Keduanya ada hubungan emosional dan hal ini tentunya sangat menarik,” katanya.

Karena itulah, ia meminta kepada incumbent agar berlaku fair saat bertarung memperebutkan basis suara nanti. Ia mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar jangan sampai mengerahkan PNS sebagai alat pemenangan.

“Kasihan para pegawai negeri jika ikut-ikutan berpolitik. Apalagi sekarang ada UU ASN yang melarang mereka terjun ke politik,” ucapnya.

Sementara itu, Faiqoh Subky tampak malu-malu saat dimintai keterangan soal pemenangan Pilkada Cilacap. Ia mengaku saat ini mantap berpolitik dengan diusung gerbong PDIP dan PPP. “Iya saya dari PPP,” katanya.

Taswan, Sekretaris DPC PDIP Cilacap optimistis keberadaan Faiqoh mampu mendongkrak suara di kabupatennya. Sebab, Faiqoh paham luar-dalam sosok incumbent. “Beliau itu keponakannya incumbent. Jadi pasti memecah suaranya lah. Kita optimistis (menang) diatas 50 persen,” ungkapnya kepada metrosemarang.com secara terpisah. (far)