Home > METRO BERITA > Bandar Sabu Dituding jadi Biang Tragedi Bunuh Diri di Jomblang

Bandar Sabu Dituding jadi Biang Tragedi Bunuh Diri di Jomblang

METROSEMARANG.COM – Misteri bunuh diri sekeluarga di Jomblang Perbalan RT 7 RW 2 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari mulai terurai. Tragedi memilukan ini juga menyeret seseorang yang disebut sebagai bandar narkoba dan menjadi biang keretakan rumah tangga David Nugroho.

Jasad korban disemayamkan di rumah duka. Foto: metrosemarang.com/MS-02
Jasad korban disemayamkan di rumah duka. Foto: metrosemarang.com/MS-02

Sebelum mencekoki kedua anaknya dengan racun pembasmi serangga, David juga sempat menuangkan curahan hatinya melalui surat. Dari surat itulah diketahui alasan bapak dua anak tersebut nekat berusaha mengakhiri hidup.

Kegelisahan David terlihat jelas dari tulisan-tulisannya di atas enam lembar kertas. Pria yang berprofesi sebagai sopir ekspedisi tersebut frustrasi dengan prahara rumah tangganya.

Pada lembaran awal dia berkeluh kesah tentang kondisi rumah tangganya, kecintaan terhadap kedua anaknya, Aura Safia Nugraha (7) dan Junior (3), hingga alasannya mengakhiri hidup. Yang cukup mencengangkan, David juga menguraikan kekecewaan kepada istrinya, Dian Kumaladewi yang disebutnya telah diperalat oleh jaringan pengedar sabu-sabu.

Surat tersebut ditemukan di dalam ruang kamar yang menjadi lokasi percobaan bunuh diri David. Upaya pria 30 tahun itu mengakhiri hidup tak berlangsung mulus. David dan Junior masih bisa diselamatkan, sedangkan Aura menghembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapat penanganan medis.

Siswa SDN 03 Candi tersebut menjadi korban kefrustrasian ayah kandungnya. Bocah malang itu langsung dimakamkan di pemakaman umum kampung setempat.

Seperti diketahui, David ditemukan sekarat pada Selasa (8/11) pagi sekitar pukul 04.00 bersama dua anaknya. Polisi juga menemukan cairan pembasmi serangga di lokasi kejadian, beserta surat yang diduga kuat tulisan tangan David.

Kapolsek Candisari, Iptu Dhayita Daneswari membenarkan tentang keberadaan surat yang ditemukan di TKP. Namun, dia belum bersedia mengurai hasil penyelidikan polisi terkait bandar narkoba seperti yang tertuang di dalam surat wasiat David.

“Kami masih menunggu hasil autopsi dari tim medis. Selanjutnya penanganan kasus dilakukan Polrestabes Semarang,” tegasnya. (*)