Home > METRO BERITA > Bangku yang Biasa Ditempati Aura Kini Dibiarkan Kosong

Bangku yang Biasa Ditempati Aura Kini Dibiarkan Kosong

METROSEMARANG.COM – Suasana duka menyelimuti SDN Candi 03. Aura Safia Nugraha, siswa kelas 1 tersebut harus meregang nyawa usai ayahnya David Nugraha warga Jomblang Perbalan, RT 7 RW 2, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang menenggak cairan pembasmi serangga.

Ruang kelas I yang biasa ditempati Aura, bocah 7 tahun yang tewas setelah dicekoki cairan pembasmi serangga oleh ayah kandungnya. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Ruang kelas I yang biasa ditempati Aura, bocah 7 tahun yang tewas setelah dicekoki cairan pembasmi serangga oleh ayah kandungnya. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Aura dan adiknya diduga turut dicekoki racun serangga tersebut. Nyawa Yunior, adik Aura berhasil diselamatkan meski harus menjalani perawatan. Namun nahas, nyawa Aura tidak tertolong.

Guru dan siswa SDN Candi 03 telah menggelar doa bersama bagi Aura. Namun kesedihan masih tampak menyelimuti guru dan teman-temannya. Gadis berkulit putih itu bahkan baru mulai bisa membaca.

Saat awal masuk menjadi siswa, menurut Sri Wahyuni, wali kelas 1, Aura belum bisa membaca.¬†“Dia baru bisa membaca, karena ini kan baru masuk semester pertama,” terang Yuni sambil menitikkan air mata.

Aura yang biasanya duduk di bangku baris ketiga tersebut termasuk cepat dalam menerima pelajaran. Bahkan ketika ia sendiri yang belum memiliki buku tema ke 13 dalam kurikulum 2013, Aura tetap semangat mengikuti pelajaran.

“Sekitar sebulanan lalu, saya meminta Aura untuk memberitahu mamanya agar membelikan buku tema 13, tapi Aura bilang mamanya lagi nggak ada uang,” kata Yuni.

Yuni juga mengaku sempat mengirimkan pesan singkat kepada ibu Aura, Dian Kumaladewi perihal buku yang harus dimiliki Aura. Menurut Yuni, respons ibu Aura juga baik dan normal sehingga Yuni sama sekali tidak mengetahui bahwa keluarga tersebut memiliki masalah.

Aura memang telah disemayamkan di pemakaman umum kampung setempat. Tetapi kenangan akan gadis kecil ini masih tersimpan di benak guru dan teman-temannya. Bangku yang biasa didudukinya pun kini kosong.

Yuni menambahkan jika pihak sekolah sebenarnya berusaha menekan informasi mengenai penyebab meninggalnya Aura. Tetapi karena pemberitaan serta cerita warga membuat siswa SDN Candi 03 mengetahui penyebab meninggalnya Aura.

“Kami sebenarnya mengabarkan bahwa Aura meninggal karena sakit, tapi anak-anak tahu sendiri kalau (meninggalnya) bukan karena sakit,” pungkas Yuni. (vit)