Home > METRO BERITA > Bank Indonesia Gencarkan Legalisasi KUPVA Non Bank

Bank Indonesia Gencarkan Legalisasi KUPVA Non Bank

METROSEMARANG.COM – Dua tempat penukaran valuta asing di Jateng terancam ditutup. Hal itu menyusul aturan yang mewajibkan semua Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) non bank harus mengantongi izin pada 7 April 2017 mendatang.

Media Briefing oleh Polri, BNN dan Bank Indonesia bersama awak media di Mapolda Jateng, Rabu (29/3). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, saat ini kedua KUPVA non bank tersebut sedang menjalani proses legalisasi. Jika tidak segera selesai maka keduanya bisa ditutup.

Penegasan ini dilakukan lantaran maraknya kejahatan yang menggunakan jasa KUPVA non bank yang tidak berizin. Sebagian KUPVA dimanfaatkan oleh para pengedar narkoba, koruptor untuk mencuci uang di sana.

“Mereka biasanya mencuci uangnya lewat KUPVA non bank yang tidak berizin dan kemudian disalurkan ke KUPVA yang berizin. Selain itu juga menggunakan nomor rekening lebih dari satu nama,” kata Direktur TPPI BNN, Brigjend Pol Rohkmad Sunanto, Rabu (29/3).

KUPVA non bank yang tidak segera mengurus legalitas, maka akan diberi peringatan. Jika tanda peringatan tersebut dirusak, maka pemilik usaha akan terkena pasal tindakan pidana.

Perizinan KUPVA non bank saat ini memang sedang digencarkan lantaran BI ingin mengetahui data riil mengenai perputaran valuta asing di Indonesia. Dengan demikian, pihaknya bisa mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (ade)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link