Home > METRO BERITA > Bapenda Bidik Objek Pajak Baru dalam Revisi Perda Pajak Hotel

Bapenda Bidik Objek Pajak Baru dalam Revisi Perda Pajak Hotel

METROSEMARANG.COM – Revisi peraturan daerah (Perda) tentang pajak hotel, restoran dan hiburan oleh Pemerintah dan DPRD Kota Semarang dinilai akan memberikan payung hukum yang jelas dalam menarik pembayaran pajak. Karena itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang akan segera menginventarisir item-item yang akan menjadi objek wajib pajak untuk dimasukkan dalam revisi perda.

Pansus Perubahan Perda Pajak Hotel, Restoran dan Hiburan DPRD Kota Semarang saat meninjau sejumlah hotel untuk mendapat masukan, Senin (22/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kabid Pajak Daerah Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, Perda tentang pajak hotel, restoran dan hiburan harus diubah karena laju perkembangan di kota ini sudah semakin meningkat. Pertumbuhan tersebut tentu berdampak pada penyediaan jasa, hotel, restoran, dan sebagainya yang juga tumbuh semakin pesat.

”Sehingga kita harus tanggap. Kita harus lebih jelas mana saja objek pajak yang seharusnya melakukan pembayaran pajak. Selain hotel misalnya ada rumah kos, motel, kondominium, apartemen dan lainnya. Dengan adanya revisi perda ini maka ketika di lapangan kita memiliki payung hukum yang sangat jelas,” katanya, saat mendampingi Pansus Perubahan Perda tentang Pajak Hotel, Restoran dan Hiburan DPRD Kota Semarang meninjau sejumlah hotel dan restoran, Senin (22/5).

Perda sebelumnya hanya mengatur kewajiban membayar pajak terhadap hotel, tempat hiburan, dan restoran. Padahal di Kota Semarang seiring perkembangan kota juga semakin banyak tumbuh apartemen, kondominium, dan lainnya yang nilainya mungkin lebih tinggi. Karena itu pajak terhadap mereka juga harus diatur di perda.

Dalam revisi perda ini, nantinya juga akan menguatkan kewajiban wajib pajak untuk menerapkan sistem online dalam pembayaran pajak. Saat ini pembayaran secara online sudah mulai dilakukan oleh sejumlah restoran dan tempat hiburan.

”Sementara hotel masih belum ada, karena ada sejumlah kendala yang dialami manajemen hotel. Namun sudah ada 10 hotel yang sudah dalam proses,” pungkasnya. (duh)