Home > Berita Pilihan > Barongsai Asli Semarang Banjir Peminat dari Luar Jawa

Barongsai Asli Semarang Banjir Peminat dari Luar Jawa

METROSEMARANG.COM – Imlek menjadi momentum yang ditunggu bagi para pengrajin barongsai. Maklum saja, setiap menjelang perayaan Tahun Baru Cina, orderan mereka juga melonjak. Tapi, meski dihuni etnis Tionghoa yang cukup banyak, permintaan barongsai bikinan pengrajin Semarang justru didominasi dari luar Jawa.

Sutikno secara detil membuat setiap lekuk barongsai. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Sutikno warga Gang Seteran Tengah, Kecamatan Semarang Tengah, salah seorang pengrajin barongsai harus bekerja lebih ekstra lantaran banyaknya permintaan jelang Imlek tahun ini. Pria 65 tahun ini mengatakan, setiap menjelang perayaan Imlek dari tahun ke tahun selalu ramai pemesan. Konsumen yang kepincut dengan barongsai buatannya tak hanya warga Semarang, bahkan ada yang rela datang jauh-jauh dari Kalimantan.

 

Meskipun banyak pemesan, namun bukan berarti Sutikno mengerjakannya secara asal-asalan. Bersama tiga karyawannya ia tetap menjaga kualitas barongsai buatannya.

“Ini pesanan mau dikirim ke Sampit Mas. Nanti dikirimnya melalui kapal,” ujar Sutikno sembari menunjuk barongsai yang sudah rapi dikemasnya, Selasa (10/1).

Pelanggan barongsai buatan Sutikno justru mayoritas dari luar Jawa. Untuk harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta. Penentuan harga barongsai ini biasanya berdasarkan bulu yang dipakai. “Kalau bulu yang dipakai bulu domba asli maka harganya akan semakin mahal,” beber Sutikno.

Kerajinan barongsai Semarang justru diminati di luar Jawa. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Sutikno sudah menekuni usaha ini sejak 45 tahun lalu. Dia berkisah, dulunya hanya iseng mengotak-atik barongsai bekas yang ia beli di seorang penjual. Lalu ia belajar membuatnya sendiri. Tak disangka ada seseorang yang tertarik dengan barongsai buatanya, lalu ia pun menekuni pekerjaan tersebut.

“Ya saya suka barongsai dan memang nggak ada pekerjaan lain,” ujar Sutikno sambil terkekeh.

Sutikno juga mengakui jika barongsai buatan Indonesia kualitasnya masih di bawah bikinan Malaysia. Tak hanya barongsainya namun juga pemainnya.

“Kalau di Malaysia mereka berani lompat 2 meter ke depan. Tapi kalau pemain Indonesia masih kalah” ujarnya.

Selain pembuatan barongsai, Sutikno juga membuka pelatihan permainan barongsai yang ia percayakan kepada anaknya. “Ini anak saya sedang ke Lombok untuk melatih barongsai di sana,” tutupnya. (fen)

Tinggalkan Balasan