Home > METRO BERITA > Batal ke Turki, Siswa Jawara Olimpiade Terpaksa Kuliah di Kampus Swasta

Batal ke Turki, Siswa Jawara Olimpiade Terpaksa Kuliah di Kampus Swasta

METROSEMARANG.COM – Delapan siswa SMA Asrama Bilingual Semesta di Gunungpati terpaksa mendaftar kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS), lantaran program beasiswa yang diberikan pihak sekolah dibatalkan. Kondisi ini cukup ironis, mengingat mereka merupakan jawara olimpiade saint berotak cermelang.

Muh Haris Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Muh Haris
Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Kepala SMA Asrama Bilingual Semesta Mohammad Haris, sangat menyayangkan hal tersebut karena merupakan buntut dari tudingan pemerintah Turki yang menyebut sekolahnya berafiliasi dengan gerakan Fetullah Gullen yang mengkudeta pekan lalu.

“Ya mau gimana lagi karena situasinya enggak memungkinkan. Apalagi, pendaftaran kuliah di kampus negeri telah ditutup, maka masuknya ke swasta,” ungkapnya, Senin (1/8).

Keputusan kedelapan siswa Semesta yang batal ke Turki telah disetujui oleh orangtua masing-masing. Meski begitu, ia enggan merinci nama siswa tersebut.

Seorang siswa putri asal Kudus yang seharusnya dikirim ke Turki pada 2016, saat ini bahkan terpaksa mendaftar kuliah di kampus swasta. Pun demikian dengan yang dilakukan ketujuh siswa lainnya.

Kedelapan siswanya batal dapat beasiswa setelah melalui kajian matang yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kemenlu.

“Atas saran mereka, kami tunda jadwal pemberangkatannya. Tapi, setelah diberitahukan, mereka pilih berkuliah di kampus dalam negeri,” bebernya.

Pihak sekolah pada Kamis pekan ini telah menjadwalkan pertemuan dengan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk membahas polemik tersebut. “Baru Kamis saya ke Jakarta,” jelasnya.

“Kita sore ini ketemu wali murid untuk menginformasikan perkembangan terakhir soal proses beasiswa ke Turki. Tadi malam memang ada rombongan orangtua yang datang memberi dukungan moril luar biasa buat sekolah kami,” sambungnya. (far)