Home > METRO BERITA > Bebas saat HUT ke-71 RI, Napi Wanita di Lapas Bulu: Merdeka!

Bebas saat HUT ke-71 RI, Napi Wanita di Lapas Bulu: Merdeka!

METROSEMARANG.COM – Merdeka!” teriak Wahyu Santi Dewi saat namanya disebut mendapat remisi dua bulan dari Kemenkumham. Wahyu tak kuasa menahan haru lantaran hari bahagia itu akhirnya datang jua.

Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis menyerahkan remisi di Lapas Kedungpane, Rabu (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis menyerahkan remisi di Lapas Kedungpane, Rabu (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Perempuan berusia 36 tahun itu sejatinya merupakan narapidana yang masih meringkuk dalam sel tahanan Lapas Klas II A Wanita Semarang. Ia semula dijatuhi hukuman penjara setahun empat bulan akibat terlibat kasus penggelapan mobil.

Tapi takdir berkata lain. Ia tak perlu lagi menjalani sisa hukumannya lantaran hari ini ia langsung menghirup udara bebas setelah mendapat remisi dua bulan.

“Tapi saya bingung karena enggak ada seorang pun yang menjemput saya,” kata Wahyu, usai acara penyerahan remisi yang dipusatkan di Lapas Klas I Kedungpane Semarang, Rabu (17/8).

Ia sedih bercampur bahagia lantaran tidak sempat memberitahu keluarganya usai dirinya bebas dari penjara. Tiap bulan, kakak kandungnya terkadang menengoknya di penjara.

“Tapi enggak sempat ngasih tahu keluarga. Padahal, saya sudah kangen sama anak-anak di rumah,” terang wanita asli Yogyakarta ini.

Ia kapok berada di penjara. Makanya, begitu menjejakan kaki di kampung halamannya ia berjanji akan kembali ke kehidupan normal. “Dulu saya wiraswasta dan saya akan memulainya lagi. Namun sayangnya, suami saya sudah almarhum,” ungkapnya.

Dilain pihak, Endang Anis Pelaksana Harian Lapas Klas II A Wanita Semarang, menyebut tak hanya Wahyu yang bebas. Pasalnya, seorang narapidana lainnya, Yuliana juga bebas pada hari yang sama.

Secara keseluruhan, yang dapat remisi di lapasnya terdapat 6 orang yang terdiri satu warga asing dan lima warga Indonesia. Mereka sudah memenuhi syarat berkelakuan baik.

“Sedangkan sisanya belum bisa mematuhi aturan,” sahut I Made Rai, Petugas Bagian Kesenian Lapas Klas II A Wanita Semarang. (far)