Home > METRO BERITA > Belajar Sablon bersama Mantan Pecandu Narkoba

Belajar Sablon bersama Mantan Pecandu Narkoba

METROSEMARANG.COM – Seorang laki-laki berambut gondrong berwarna pirang terlihat sedang menyemprotkan air ke sebuah screen yang bakal digunakannya untuk menyablon. Dengan memegang botol penyemprot ia mulai menyemprotkan air sedikit demi sedikit untuk melubangi screen sablon. Tak terlihat begitu mahir, namun terselesaikan dengan tuntas.

Pelatihan sablon untuk mantan pecandu narkoba di Rumah Damping BNNP Jateng. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Aditya namanya, seorang mantan pecandu narkoba yang kini sedang menjalani program paca rehabilitasi di Rumah Damping BNNP Jawa Tengah. Bersama empat orang kawannya ia sedang berlatih teknik menyablon.

Mulai dari proses pembuatan desain hingga pengaplikasian ke dalam wujud gambar yang menempel pada kaos, di lakukannya dengan antusias.

Siang itu, salah satu ruangan di Rumah Damping yang yang terletak di  Jalan Nangka Barat No.1, Lamper Kidul, Semarang tampak sesak dipadati berbagai peralatan sablon. Di dalam juga terlihat 5 orang mantan pecandu ini bergantian membuat rancangan gambar yang akan mereka aplikasikan ke dalam sebuah kaos.

Diselingi dengan hisapan rokok, akhirnya kelima orang tersebut menuntaskan kreasi desainnya masing-masing. Setelah itu mereka melakukan proses afdruk atau membuat cetakan screen agar nantinya ketika diaplikasikan dalam kaos hasilnya sesuai dengan desain yang mereka buat.

Tak lama, akhirnya mereka telah menyelesaikan proses afdruk dan kini saatnya untuk menggesut cat sablon ke dalam permukaan kaos. Sambil bergurau, mereka silih berganti mengesut cat ke permukaan kaos yang telah mereka siapkan sendiri-sendiri.

Wajah puas tampak dari kelima pemuda ini saat kaos yang mereka sablon terlihat keren dengan gambar rancangan mereka masing masing.

Pelatihan Sablon ini merupakan program ke empat yang telah mereka laksanakan selama tinggal di Rumah Damping. Sebelumnya mereka telah melakukan pelatihan berwirausaha, budidaya jangkrik, dan memotong rambut.

Aditya, warga asli Ungaran yang sudah tinggal di Rumah Damping sejak pertengahan bulan lalu mengaku sangat tertarik dengan pelatihan sablon ini.

“Dari pelatihan-pelatihan sebelumnya saya paling suka sama yang sablon ini, ringan dan tidak terlalu susah,” ujarnya usai menyelesaikan karyanya, Jumat (17/3).

Ia juga mengatakan, setelah keluar nanti ingin mendirikan jasa sablon. “Ya nunggu modal dulu,” ujarnya sambil sedikit tertawa.

Sementara itu, Kepala Seksi Pasca Rehabilitasi BNNP Jateng, Sardiyanto mengatakan pelatihan sablon ini merupakan permintaan dari para mantan pecandu tersebut.

“Jadi mereka tu pengen bisa teknik sablon, karena dari komunitas mereka tu sering kali membuat kaos-kaos untuk komunitas,” ujar Anto, sapaan akrab Sardiyanto.

Ia berharap dengan diadakannya pelatihan-pelatihan bisa diaplikasikan setelah mereka keluar dari program pasca rehabilitasi ini. “Sehingga mereka bisa hidup produktif, bisa berinteraksi sosial dengan keluarganya, dengan masyarakat,” tutup Anto. (fen)