Home > METRO BERITA > Belasan PSK Tertangkap Saat Sedang Mangkal

Belasan PSK Tertangkap Saat Sedang Mangkal

image
Belasan PSK menutupi wajahnya saat dinaikkan ke dalam truk (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

SEMARANG – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Semarang kembali menggelar razia kepada pekerja seks komersial (PSK) yang berkeliaran di ruas jalan kota Semarang. Dalam razia yang dimulai Jumat (31/10) malam sekitar pukul 20.00 itu, belasan PSK berbagai usia berhasil ditangkap petugas saat sedang mangkal di ruas jalan stasion Poncol Semarang. Tak hanya itu saja, beberapa PSK juga kedapatan sedang mangkal di losmen-losmen sekitar jalan tersebut.

Tidak puas sampai disitu, selain merazia para PSK, Petugas Satpol PP juga bergerak menuju panti pijat dan karaoke ilegal di Jalan Unta Raya Kecamatan Gayamsari karena disinyalir menjadi sentra bisnis pijat plus-plus.

Namun sayangnya, setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah gubuk panti pijat dan karaoke tengah tutup. Diduga razia yang melibatkan puluhan petugas Satpol PP tersebut telah bocor.

Seorang warga setempat, Eko Suyanto (35) mengatakan, selama ini ada 22 panti pijat yang melayani praktik pijat plus-plus yang beroperasi di jalan tersebut. “Dulu pernah ditertibkan, bangunannya juga dirobohkan. Tapi kemudian dibangun lagi sama pemiliknya,” tuturnya.

Sementara, kepala Satpol PP Semarang Endro, mengatakan, razia petugasnya kali ini untuk memberantas penyakit masyarakat khususnya PSK yang kerap mangkal di jalan protokol kota Semarang.

Petugasnya juga merazia panti pijat dan karaoke di Jalan Unta Raya Kecamatan Gayamsari. “Apalagi, dua bulan lagi sudah memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru. Makanya, kita tertibkan semua wanita tunasusila yang masih mangkal di sini,” kata Endro,  Sabtu (1/11).

Endro mengungkapkan, razia cipta kondisi menjelang akhir tahun ini untuk menegakan Perda Prostitusi dan Pelacuran di Semarang. “Kita menjaring 18 PSK di losmen Jalan Tanjung dan Jalan Imam Bonjol. Karena jumlahnya banyak, maka mereka akan dibawa ke Panti Wanita Utomo di Kota Solo,” tandasnya. (Yas)