Belum Cukup Adaptasi, Bruno Silva Tumbang di Tengah Latihan PSIS

METROSEMARANG.COM – Fans PSIS Semarang sepertinya masih harus bersabar untuk bisa menyaksikan aksi-aksi memikat Bruno Silva. Striker berpaspor Brasil itu bakal butuh waktu lumayan lama beradaptasi dengan kondisi di Indonesia.

Bruno Silva mengerang kesakitan di tengah sesi latihan PSIS, Rabu (14/2) pagi. Foto: metrosemarang.com

Bruno Silva kembali terlibat dalam sesi latihan rutin yang digelar di Lapangan Terang Bangsa, Rabu (14/2) pagi. Namun, dia lagi-lagi harus menuntaskan latihan lebih cepat dibanding rekan-rekannya.

Eks penyerang Botafogo itu hanya sanggup bermain sekitar 10 menit dalam latihan simulasi game. Setelah melakukan sprint tiba-tiba Bruno berjongkok sambil memegangi perutnya. Sempat berdiri sesaat, dia kemudian kembali berjongkok sampai Yus Arfandi, eks PS TNI yang tengah ikut seleksi datang untuk memeriksa kondisinya.

Pemain 27 tahun itu akhirnya diminta menepi dan digantikan Albi Lanju. Ahmad Resal, asisten pelatih yang selama ini menjadi guide bagi Bruno menyebut si pemain memang belum dalam kondisi ideal untuk terlibat dalam latihan berat.

“Dia mengeluh sakit perut, mungkin karena masih proses adaptasi. Sebenarnya sejak awal latihan sudah bilang sakit, tapi Bruno sangat profesional dan memaksa tetap main sampai akhirnya benar-benar sudah tidak sanggup,” kata Resal.

Pria jebolan Timnas SAD di Uruguay itu menambahkan, kendala terbesar bagi Bruno Silva adalah adaptasi zona waktu. Maklum saja, selisih waktu Brasil dan Indonesia mencapai 9 jam. Itu artinya ketika pukul 07.30 sudah harus latihan, seharusnya Bruno masih terlelap tidur karena waktu Brasil baru pukul 10 malam.

“Adaptasi waktu ini yang menurut dia cukup sulit. Apalagi dia baru tiba hari Minggu malam setelah menempuh perjalanan panjang dan Senin sore sudah ikut fitness. Tapi sebagai pemain profesional dia selalu ingin terlibat dalam setiap latihan,” beber Resal.

Head coach Subangkit juga bisa memaklumi kondisi yang dialami Bruno. Meski belum maksimal, dia sudah melihat potensi yang dimiliki mantan penggawa Manama FC itu.

“Saya tak akan paksakan kalau Bruno memang belum fit. Pastinya dia butuh waktu untuk adaptasi, ada faktor jetlag juga. Tapi setidaknya saya sudah tahu kualitas dia,” ucapnya.

Sementara untuk Yus Arfandi, Subangkit juga masih akan memantau laga. “Yus cukup kuat dalam bertahan, tapi belum terlihat kemampuan ofensifnya,” kata dia. (twy)

You might also like

Comments are closed.