Home > METRO BERITA > Beraksi Lintas Provinsi, Korban Sumanto Kemungkinan Bertambah

Beraksi Lintas Provinsi, Korban Sumanto Kemungkinan Bertambah

image
Ilustrasi

SEMARANG – Tersangka penipuan Eko Pijar Sumanto (31) ternyata merupakan penjahat lintas provinsi. Korbannya diduga tidak hanya di Jawa Tengah melainkan hingga Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto. “Tersangka ini bukan lintas kota lagi. Melainkan lintas provinsi,” terang perwira melati dua tersebut kepada metrosemarang.com, Rabu (27/8).

Hasil pengembangan penyelidikan, tersangka diketahui pernah beraksi di daerah Bogor, Ungaran, Karangjati, Bandungan dan Semarang. “Kami terus telusuri. Bisa saja lebih banyak dari itu dan korbannya juga bisa saja bukan hanya tiga orang dan seorang janda itu,” ungkapnya.

Menurut Wika, hal itu terlihat dari sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Yakni sebilah pisau lipat serta mobil Toyota Avanza hitam yang diduga kuat hasil penggelapan di Yogyakarta. Diketahui pada Januari 2014, Sumanto menyewa sebuah mobil Toyota Avanza di Yogyakarta. Namun hingga kini belum dikembalikan.

“Ini terus berkembang, ternyata dia bukan hanya menipu tapi juga penggelapan. Untuk mobil itu surat-suratnya sudah tidak ada. Dalihnya disita polisi saat terjaring razia di Serpong, Tangerang,” papar Wika.

Barang bukti lain yang diamankan yakni baju seragam PT Astra Internasional, satu kartu identitas PT Astra Internasional atas nama M Eko Fijar SE ME dan satu kartu identitas Astra Otopart.

Ada juga tiga buah stempel PT Astra Internasional, selembar surat pemberitahuan operasional, tiga bendel lamaran pekerjaan, satu bendel aplikasi lamaran pekerjaan, serta sebuah ATM BCA yang digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan. “Semuanya palsu baik KTP, ID Card, surat operasional, aplikasi lamaran maupun stempelnya,” tandas Wika.

Sebelumnya, Eko Pijar Sumanto dijebloskan kepenjara lantaran terjerat kasus penipuan. Mantan karyawan Astra tersebut berdalih bisa memasukkan seseorang sebagai karyawan dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Sejak datang ke Kota Semarang Juli lalu, sedikitnya dia telah melakukan penipuan kepada empat korban. Tersangka yang merupakan warga Wonosobo tersebut kini mendekam di sel tahanan Polrestabes Semarang. (les)