Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Beraksi di Pantura, Komplotan Bajing Loncat Berseragam Polisi Dilumpuhkan

Beraksi di Pantura, Komplotan Bajing Loncat Berseragam Polisi Dilumpuhkan

METROSEMARANG.COM – Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng meringkus komplotan bajing loncat yang biasa beroperasi di jalur pantura. Komplotan yang terdiri dari enam orang itu melengkapi diri dengan seragam polisi serta bersenjata pistol dan kali terakhir merampok truk kontainer berisi 542 bal rokok.

Polisi menunjukkan barang bukti kejahatan Komplotan Bajing Loncat, Rabu (3/8). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Polisi menunjukkan barang bukti kejahatan Komplotan Bajing Loncat, Rabu (3/8). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Tiga pelaku berhasil dilumpuhkan, sedangkan pelaku lainnya masih buron. Mereka adalah Jamal Tholib alias Jamal bin Tholib (38) warga Sidoarjo Jawa Timur yang berperan sebagai sopir, Juniardi As’ad alias Ardi (38) warga Bandar Lampung berperan sebagai eksekutor dan Wawan Yulianto (35) warga Kebumen sebagai broker barang curian. Sedangkan tiga pelaku yang masih buron yakni Kusut (38) warga Cilegon Banten, Agus (35) warga Cilegon Banten dan Roni (37) warga Cilegon Banten.

Komplotan ini beraksi di Jalan Lingkar Weleri Kendal pada Selasa 26 Juli 2016 sekitar pukul 22.00. Mereka menjarah 542 bal rokok yang diangkut truk bernopol W-9253-US tersebut.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Gagas Nugraha kepada wartawan mengungkapkan, keenam pelaku sudah sangat terorganisir saat beraksi. Mereka punya peran berbeda dan masing-masing bisa menjalankannya dengan cukup rapi.

Salah seorang pelaku, Kusut yang mengenakan seragam polisi bertugas menghadang truk di jalan. Selanjutnya, mereka menodongkan pistol rakitan jenis revolver serta memaksa sopir dan kernet turun

“Pelaku menyekap Nur Kholis (supir truk) dan Agus Riyanto (kernet truk) dalam mobil Avanza warna hitam nopol Polri lambang Tribarata. Kedua korban dibuang dalam keadaan terikat dan tak berdaya di pinggir jalan raya, tepatnya di jalan lingkar Pemalang,” kata Gagas, Rabu (3/8).

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa lakban bekas ikatan warna coklat, 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan 3 butir peluru, dua ponsel merk Samsung dan Nokia, 2 borgol dengan tulisan Polri, baju warna biru bertuliskan Selog, dan satu unit truk tronton kabin warna putih nopol W-9253-US.

Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian disertai tindak kekerasan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Dan hukuman maksimal 12 tahun penjara jika perbuatan dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih. (din)