Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Berbagi Takjil bersama Para Pecinta Musang di Simpang Lima

Berbagi Takjil bersama Para Pecinta Musang di Simpang Lima

METROSEMARANG.COM – Untuk meningkatkan kepedulian di Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriyah, para pecinta musang yang tergabung dalam Komunitas Musang Semarang menggelar aksi bagi-bagi takjil bagi warga yang sedang beraktivitas di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, pada Minggu (11/6).

Komunitas Pecinta musang membagikan takjil gratis di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Minggu (11/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Aksi bagi-bagi takjil tersebut baru dilakukan pertama kali oleh puluhan anggota Komunitas Musang. Beberapa pecinta musang sejak pukul 17.00 WIB sore tampak berkeliling lapangan untuk membagikan bungkusan takjil.

“Kita bagikan 30 takjil kolak dan tahu bakso untuk menyemarakan acara buka puasa di Simpang Lima,” kata Rifky Alam, seorang pengurus Komunitas Musang Semarang kepada wartawan.

Lapangan Simpang Lima, kata Rifky, dipilih jadi lokasi pembagian takjil lantaran jadi titik utama keramaian warga Semarang sembari menunggu waktu berbuka puasa. Para orangtua banyak yang menghabiskan waktu bersama anaknya di sana sebelum beduk Maghrib tiba.

Rifki mengatakan animo masyarakat pada sore tadi terbilang cukup tinggi. Apalagi, katanya banyak orang yang penasaran dengan perawatan musang.

“Iya, Mas pada senang soalnya jarang juga bawa takjil sambil menggendong musang. Pengunjung tertarik sama takjilnya dan kedua pengin lebih tahu sama musangnya, bagaimana cara memeliharanya, susah enggak dan soal makanan musang itu apa saja, dapatnya dari mana,” katanya.

Bahkan, ia bilang banyak pula pengunjung yang mengungkapkan bahwa populasi musang masih tergolong tinggi. Hal ini patut ia syukuri dengan banyaknya musang yang masih dilestarikan di Kota Atlas.

Memelihara musang terbilang mudah. Menurutnya musang cukup dimandikan dua minggu sekali. Agar bulunya tetap bersih, ia menyarankan jika musang piaraan rutin dijemur di bawah terik sinar matahari setiap pagi.

“Dijemur setiap pukul 07.00-08.00 biar segar badannya. Terus juga kukunya digunting biar kalau menggaruk mata tidak luka dan iritasi,” bebernya.

“Dan musang biasanya dikasih rebusan kepala ayam sama 100 mililiter susu. Biar nafsu makannya terjaga dengan baik dan tetap bugar, kami biasanya ngasih tambahan minyak ikan sebagai asupan vitamin,” terangnya. (far)