Home > METRO BERITA > Berburu Foto di Pantai Baruna, si Cantik yang Terabaikan

Berburu Foto di Pantai Baruna, si Cantik yang Terabaikan

METROSEMARANG.COM – Mendengar kata pantai di Semarang pasti yang terlintas adalah Pantai Marina atau Maron. Tapi belakangan ini ada satu pantai yang menjadi terkenal lantaran hamparan padang ilalang yang sangat instagramable. Pantai Baruna namanya. Mungkin terdengar asing tetapi pantai ini telah menjadi tempat foto ngehits di kalangan anak muda Semarang.

Hamparan ilalang di Pantai Baruna menjadi spot menawan bagi penghobi foto. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Pantai yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas ini memang tidak setenar Marina atau Maron. Bahkan jalan yang harus ditempuh cukup jauh dan bisa dibilang ekstrem. Tapi semua kesulitan yang dilalui untuk menuju Pantai Baruna akan terbayar begitu melihat hamparan ilalang yang bergoyang terkena hembusan angin.

Dulu, Pantai Baruna adalah sebuah taman rekreasi Tanjung Emas. Lengkap dengan lapangan golf dan warung apung. Namun karena lahan dibeli oleh swasta sehingga kawasan terebut terpaksa harus diratakan.

Untuk mencapai Pantai Baruna traveller harus melewati jalan setapak sepanjang kurang lebih 600 meter dari gapura bergaya Bali yang ada di kiri Jalan Arteri Yos Sudarso. Dari gapura itu akan ada petugas satpam yang siap memberi petunjuk arah untuk dilalui traveller.

Di pos satpam ini juga traveller harus membayar tiket masuk sebesar Rp 3 ribu. Jalur masuk hanya jalan setapak sempit dan becek sehingga hanya bisa dilalui motor. Anda harus ekstrawaspada karena bisa saja tergelincir saat melintas di lokasi ini. “Dulu bagus. Tapi sekarang memang diurug karena sudah dibeli,” beber Suyono satpam pos Pantai Baruna, Selasa (27/12).

Menurut dia, Pantai Baruna memang mulai ramai sejak awal tahun ini. Pantai ini tidak memiliki hamparan pasir karena tergerus abrasi. Anda juga jangan pernah membayangkan bisa berenang karena ombak terlalu besar.

Namun, pantai ini memiliki padang ilalang luas dan sangat memanjakan mata. “Ada ilalang, batu pemecah ombak yang segitiga itu, wah bagus banget buat foto,” imbuh Suyono.

Tak hanya ilalang dan batu pemecah ombak, Pantai Baruna juga ternyata menyimpan sejarah. Di lokasi ini ada tetenger bernama Monumen Ketenangan Jiwa. Monumen tersebut dibuat pemerintah Jepang untuk memperingati para tentaranya yang tewas saat pertempuran lima hari di Semarang. Pemerintah Jepang memutuskan membangun tugu peringatan lantaran banyak tentaranya yang mati dan dibuang ke Banjir Kanal Barat.

Monumen Ketenangan Jiwa yang berada di kawasan Pantai Baruna. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Menurut cerita, monumen yang sebagian besar berpahatkan huruf Kanji ini mengarah ke Utara. Dan apabila ditarik garis lurus, maka akan sejajar dengan Tokyo, Ibukota Jepang. Hal ini dimaksudkan agar arwah para tentara yang tewas saat pertempuran terjadi bisa merasa tenang dan kembali ke Jepang.

Kemudian, lantaran posisinya makin tergerus oleh banjir dan rob dari Laut Jawa, tugu yang dibangun pada 14 Oktober 1945 ini kemudian dibangun menjadi sebuah monumen dan diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Sutrisno Suharto, yakni pada tanggal 14 Oktober 1998.

Meski tak ada penjagaan khusus, Suyono mengklaim kalau Pantai Baruna aman. Lantaran hanya ada satu jalan saja yang bisa dilewati. Selain itu, sepanjang jalan menuju pantai, ada beberapa warga bermukim di sekitar pantai. “Warga di sekitar sini ternak kambing dan tambak, jadi kalau ada orang berniat jahat sama saja jadi masalah,” tegas Suyono.

Risa, salah seorang traveller asal Semarang mengaku mengetahui Pantai Baruna dari Instagram. Awalnya nekat saja ia dan kedua temannya mencari informasi rute yang harus dilalui lewat internet. “Di IG (Instagram) kan rame bagus gitu fotonya, dan emang bagus banget ilalangnya, trus ada satu pohon sendirian di tengah padang ilalang,” beber Risa.

Risa juga menyayangkan kecantikan Pantai Baruna bahkan bisa hilang jika tidak dirawat dan diperhatikan. Menurutnya hanparan ilalang sangat potensial untuk jadi tempat wisata di Semarang. “Sayang banget tempatnya cantik tapi terantar gini,” imbuhnya.

Tertarik berfoto berlatar padang ilalang atau batu pemecah ombak? Cobalah berkunjung ke Pantai Baruna. Lebih baik datang sore hari atau pagi hari, pada waktu itu pantai akan ramai pengunjung lain. (vit)