Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Berburu Ikan Jumbo di Tradisi Kurasan KTH Jelok-Timo

Berburu Ikan Jumbo di Tradisi Kurasan KTH Jelok-Timo

METROSEMARANG.COM – Ribuan orang meriahkan Pesta Rakyat Kurasan Kolam Tandu Harian (KTH Jelok-Timo) Desa Tlompakan, Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (10/8). Datang dari berbagai daerah, mereka membawa macam-macam peralatan untuk mencari ikan di kolam seluas sekitar dua hektar.

Ribuan orang mengikuti tradisi Kurasan KTH Jelok-Timo, Kamis (10/8). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 20 ribu, mereka bebas mencari ikan sebanyak-banyaknya. Dibuka mulai pukul 09.00-13.00 warga berjuang mendapatkan berbagai macam ikan yang ada di kolam tersebut.

Martono misalnya, warga Ambarawa ini datang bersama 10 orang rekannya. Dengan membawa jala dan seser, ia berusaha untuk mendapatkan ikan.

“Ya kita kerjasama agar dapat ikan banyak. Nanti ikannya dijual lagi. Saya memang setiap ada kurasan KTH Jelok-Timo selalu datang berombongan,” ujarnya.

Sementara Sudarwanto, warga Temanggung rela datang untuk menyaksikan kemeriahan pesta rakyat ini. Ia menilai, acara kurasan sangat menarik, pasalnya yang ikut serta datang dari berbagai lapisan masyarakat.

“Saya memang datang untuk melihat keramaiannya. Saya tidak ikut masuk kolam, tapi ini tadi membeli ikan tiga ekor harganya Rp 100 ribu, dan ikannya pun besar besar kalau di pasar pasti jauh lebih mahal,” katanya.

Pengelola KTH Jelok-Timo dari paguyuban Mina Bhakti Manunggal, Dian Ade Permana mengungkapkan kurasan adalah acara rutin setiap dua tahun sekali. “Dengan tiket masuk yang murah, kita berharap agar masyarakat bisa menikmati kemeriahan acara ini sekaligus mencari ikan bersama di kolam,” terangnya.

Ikan hasil tangkapan dalam tradisi Kurasan KTH Jelok-Timo. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Ade juga menambahkan, untuk warga yang tidak ikut mencari ikan ke dalam kolam tidak perlu membayar tiket masuk. Hanya saja dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat.

Selain itu, warga yang ikut mencari ikan diperbolehkan menjual hasil tangkapannya kepada para pengunjung di lokasi. Berbagai macam ikan berukuran jumbo, seperti tawes, lele, wader dan beberapa lainnya dijual dengan harga sesuai kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Ade mengungkapkan, peserta kurasan tidak hanya dari Kabupaten Semarang dan Salatiga, tapi juga dari Jepara hingga Banjarnegara. Menurutnya, setelah kurasan ini KTH Jelok-Timo akan tutup sementara untuk pemancingan. “Nanti buka lagi di bulan Januari,” pungkasnya. (fen)

Tinggalkan Balasan

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link