Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Berburu Miniatur Bus bersama Small is Sexy

Berburu Miniatur Bus bersama Small is Sexy

METROSEMARANG.COM – Sekelompok anak muda terlihat sibuk memamerkan ragam miniatur bus di Simpang Lima Semarang, pada Senin (21/11) pagi. Mereka beberapa kali merapihkan deretan bus tersebut sembari berdiskusi antara satu dengan yang lainnya.

Kolektor miniatur bus berkumpul di Simpang Lima. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Kolektor miniatur bus berkumpul di Simpang Lima. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Small is Sexy, itulah komunitas yang tengah memajang aneka ragam miniatur bus di Simpang Lima tersebut. Berawal dari hobi berburu berbagai model miniatur bus, jumlah anggota Small is Sexy Semarang kini telah mencapai sedikitnya 500 orang.

“Kami ingin mengajak masyarakat memakai angkutan umum terutama bus. Hal ini mengingat selama ini kendaraan pribadi yang membanjiri jalan raya justru menambah kemacetan,” kata Agus Riswanto seorang pengurus Small is Sexy Semarang kepada metrosemarang.com.

Tampilan bus milik mereka pun bervariatif. Tiap miniatur dibuat sangat detail dan mirip dengan aslinya. Beberapa miniatur yang mereka tunjukkan ke publik Semarang yakni bus PO Eka yang melayani jurusan Surabaya-Solo, bus PO Nusantara dan masih banyak lagi.

Ia mengatakan banyak anggota komunitasnya yang rela berburu bus hingga ke luar kota, bahkan sampai harus terbang ke luar negeri. Menurutnya mendapatkan miniatur bus dengan berbagai model yang unik kini seolah jadi candu tersendiri.

“Ini kalau dijual harganya rata-rata bisa sampai Rp 1,6-Rp 3 juta,” kata Agus lagi.

Selain menggandrungi bodi bus yang unik, Small is Sexy juga dibentuk untuk merespon kecintaan anak muda terhadap bus yang kerap beredar di jalan raya. Apalagi, menurutnya, tiap bus selalu punya keunikan tersendiri, baik saat diperbaiki maupun saat mengangkut penumpang.

“Dari awalnya tahun 2012 cuma ada beberapa anggota, sekarang jumlahnya sudah sangat banyak,” terangnya.

Para perajin bus saat ini ikut bergabung dalam komunitas tersebut mulai CV Anitasari di Plamongan Indah, Tanggulsari Sampangan, hingga dari Kedungmundu. “Memang kami suka berdiskusi dengan para perajin saat gunting bodi bus model terbaru. Dengan begini, kami berharap warga Semarang jadi suka naik bus lagi,” ujarnya. (far)