Home > METRO BERITA > Berdiri di Atas Saluran Air, Lahan Pakir RS Telogorejo Harus Dibongkar

Berdiri di Atas Saluran Air, Lahan Pakir RS Telogorejo Harus Dibongkar

METROSEMARANG.COM – Lahan parkir Rumah Sakit Telogorejo Kota Semarang yang dibangun di atas saluran diminta untuk segera dibongkar karena melanggar aturan. Hal itu ditegaskan oleh Komisi C DPRD Kota Semarang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Selasa siang (1/11).

Komisi C DPRD Kota Semarang saat sidak lahan parkir Rumah Sakit Tlogorejo yang melanggar aturan karena di atas saluran, Selasa (1/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Komisi C DPRD Kota Semarang saat sidak lahan parkir Rumah Sakit Telogorejo yang melanggar aturan karena di atas saluran, Selasa (1/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Lahan parkir tersebut terlihat berdiri di atas saluran sepanjang 90 meter dan lebar 6 meter. Sebagian saluran ditutup dengan dibeton sedangkan sebagian lagi pakai besi yang terlihat sudah karatan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, lahan parkir rumah sakit tersebut harus segera dibongkar karena sesuai aturan saluran dilarang ada bangunan di atasnya. Selain harus terbuka, penutupan saluran juga akan mengganggu kelancaran arus air dan menyulitkan kegiatan pembersihan sedimentasi saluran.

“Tidak ada toleransi mendirikan bangunan di atas saluran. Kami juga akan menganggarkan dana melalui Dinas PSDA untuk pembangunan talud supaya saluran tersebut kondisinya lebih bagus,” katanya didampingi anggota Komisi C, Suharsono.

Dewan mendukung rencana pihak rumah sakit yang akan membangun lahan parkir tersebut menjadi taman. Namun sebelumnya konsepnya harus dikasih tahu ke dewan untuk memastikan tidak menutup saluran.

Pembongkaran lahan parkir di atas saluran juga harus segera dilakukan karena rumah sakit saat ini sudah membangun lahan parkir bertingkat yang lebih besar dan representatif.

“Dulu mungkin memang dibolehkan (bangun lahan parkir di atas saluran, red) karena rumah sakit belum punya gedung parkir. Tapi sekarang sudah punya gedung parkir sehingga tidak ada toleransi,” tegas anggota dewan yang akrab disapa Pilus. (duh)