Home > METRO BERITA > Berkas Penipuan Batik Rp 102 M Diteliti Jaksa

Berkas Penipuan Batik Rp 102 M Diteliti Jaksa

image

SEMARANG – Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Semarang, Teguh Imanto, memaparkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang telah menerima pengembalian berkas perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi seragam batik sekolah senilai Rp 102 miliar dari penyidik Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang. 

“Kami terima berkasnya minggu kemarin. Ini yang kedua kalinya diserahkan ke kami. Masih diteliti Jaksa,” kata Teguh di kantornya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Semarang mengambalikan berkas perkara ini karena tidak memenuhi syarat formil. Selain itu, substansi masalah yang sedang disidik oleh pihak kepolisian menurut Kejari Semarang kurang jelas. Dalam berkas, korban tidak dijelaskan siapa saja, melainkan hanya satu orang pihak penghubung. 

Selain itu, penyidikan tidak bisa berdasar pada kesaksian pihak penghubung saja. Seharusnya, korban juga dimintai keterangan secara langsung. 

Ada dua tersangka dalam kasus ini. Kepolisian telah menahan Arista Kurniasari (38) dan suaminya Yohanes Onang Supotiyo Budi (48), warga Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Semarang Barat. Keduanya dituduh menghimpun dana investor melalui CV. Cahaya Mulia sejak akhir tahun 2010 dengan berkisar 9 sampai 11 persen. Arista ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Semarang sejak Sabtu (14/6) malam. Dua minggu sebelumnya, suami Arista lebih dulu ditangkap dn dimintai keterangan oleh polisi. (MS-12)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link