Home > Berita Pilihan > Bermodal Ranting Daun Sirih, Nenek Ini Buka Praktik Aborsi

Bermodal Ranting Daun Sirih, Nenek Ini Buka Praktik Aborsi

METROSEMARANG.COM – Seorang nenek berinisial NR warga Ciamis Jawa Barat ditangkap aparat Subdit Renata Ditreskrimum Polda Jateng. Nenek berusia 70 tahun tersebut diketahui membuka praktik aborsi ilegal.

Praktik aborsinya terungkap setelah ia menggugurkan janin yang dikandung wanita bernisial SR (44) dari hubungan gelap bersama  MH (44), warga Cilacap Jawa Tengah. Perbuatan itu dilakukan pada Juli 2016 yang berawal dari hubungan gelap sejak 2014 lalu.

Polisi menunjukkan bukti praktik aborsi yang dilakukan oleh NR. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Polisi menunjukkan bukti praktik aborsi yang dilakukan oleh NR. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

“Ketiganya sudah kita tangkap berdasarkan laporan masyarakat. Prosesnya sudah mau ke pengadilan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Gagas Nugraha, Jumat (25/11).

Menurut Gagas, praktik aborsi dilakukan secara tradisional di rumah NR yang tinggal di perbatasan Cilacap-Ciamis. Di mana, oleh tersangaka operasi dilakukan menggunakan ranting daun sirih yang dimasukkan ke dalam rahim. Setelah itu janin yang berusia satu bulan dikubur.

“NR mengaku mendapatkan upah Rp 300 ribu sampai Rp 900 ribu untuk melakukan pijat aborsi ini. Kami menduga, praktik aborsi telah dilakukan berulangkali,” imbuh Gagas.

Saat ini MH dan SR ditahan di Polda Jateng. Sementara tersangka NR telah ditahan di Polda Jawa Barat. Polisi juga mengamankan barang bukti masing-masing rekam medis kandungan, surat penyataan, satu buah sepeda motor serta satu batang daun sirih untuk alat penggugur kandungan.

Mereka dijerat Tindak Pidana Aborsi sesuai pasal 194 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, atau pasal 346 KUHP atau 348 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (sap)