Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Berpotensi PHK Ribuan Orang, SKSI Dukung Pabrik Semen Tetap Beroperasi di Rembang

Berpotensi PHK Ribuan Orang, SKSI Dukung Pabrik Semen Tetap Beroperasi di Rembang

METROSEMARANG.COM – Dimenangkannya gugatan warga Rembang melalui putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung atas pendirian pebrik semen milik Semen Indonesia sangat disesalkan Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI). Putusan tersebut dinilai berpotensi terjadinya PHK besar-besaran.

Perwakilan SKSI memberikan keterangan kepada wartawan di Semarang, Kamis (13/10). Foto: metrosemarang.com
Perwakilan SKSI memberikan keterangan kepada wartawan di Semarang, Kamis (13/10). Foto: metrosemarang.com

Mewakili ribuan karyawan, Wakil Ketua SKSI, Ruri Adam mengungkapkan kekecewaannya terhadap putusan itu.
Menurutnya, kelanjutan pendirian pabrik semen di Rembang memiliki peran yang sangat vital di tengah gencarnya serbuan investor dan perusahaan asing di bidang persemenan.

Melalui pernyataan sikap dari SKSI dan Serikat Karyawan Semen Gresik (SKSG), setidaknya ada enam poin pernyataan sikap yang disampaikan SKSI dan SKSG berdasarkan sembilan poin yang menjadi pertimbangan atas kekalahan Semen Indonesia pada putusan PK di MA.

“Kami mendukung langkah strategis Semen Indonesia untuk tetap mendirikan dan mengoperasikan pendirian pabrik semen di Rembang,” kata Ruri membacakan salah satu poin pernyataan sikap SKSI, di Semarang, Kamis (13/10).

Poin selanjutnya, kata Ruri, pembatalan pabrik semen di Rembang berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan tenaga kerja Semen Indonesia Group, beserta seluruh afiliasi usahanya. “Potensi penyerapan tenaga kerja yang hilang sekitar 3.037 orang atau sekitar 75 persen dari potensi penyerapan sumber daya manusia (SDM) warga sekitar pabrik semen di Rembang,” imbuhnya.

Tak hanya itu SKSI juga menilai kerugian yang dialami negara sangat besar jika pabrik semen di Rembang batal beroperasi. Di mana angka investasi yang telah dikeluarkan untuk pabrik semen itu telah mencapai Rp 5 triliun.

“Dana CSR, yang telah dikeluarkan untuk sekitar area proyek (pabrik Rembang, red.) selama dua tahun terakhir mencapai Rp 35 miliar,” katanya. (sap)