Home > METRO BERITA > Bertugas ke Papua, Ratusan Pasukan Tempur Nyambi jadi Guru

Bertugas ke Papua, Ratusan Pasukan Tempur Nyambi jadi Guru

METROSEMARANG.COM – Untuk mencegah aksi penyelundupan senjata api di Tanah Papua, ratusan prajurit Yonif 405/Surya Kusuma, pada Kamis (16/2) bertolak ke perbatasan Provinsi Papua dan Papua Nugini. Prajurit baret hijau tersebut berangkat naik KRI Tanjung Kambani dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi melepas prajurit TNI yang akan bertugas di Papua, Kamis (16/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Proses pemberangkatan prajurit tempur berlangsung meriah lantaran dihadiri pula oleh Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto, Irdam IV Diponegoro, serta  petinggi TNI AL, AU, para Karbalak, Danlanal Semarang, hingga para istri prajurit.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, mengatakan, ratusan prajurit tersebut rencananya bertugas selama sembilan bulan di Bumi Cenderawasih. Keberadaan mereka nantinya menggantikan tugas Batalyon 413/Kostrad.

“Lokasi penugasannya berada di area selatan Papua,” kata Jaswandi saat melepas pasukannya di Tanjung Emas.

Ia yang memimpin langsung apel pemberangkatan pasukan, menuturkan bahwa operasi tapal batas merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi seorang prajurit ketika panggilan tugas itu datang.

“Hanya prajurit yang telah terlatih dan siap secara fisik dan mental yang dapat diberangkatkan ke medan tugas operasi,” jelasnya.

Ia juga memerintahkan kepada para pasukan tempur agar meningkatkan kewaspadaan selama berada di Papua. Selain punya wilayah hutan belantara, kata Jaswandi, berada di Papua harus menerapkan disiplin tinggi dan kemampuan tempur memadai.

Dari informasi-informasi yang didapatkan, daerah perbatasan Papua masih banyak menyimpan berbagai bentuk permasalahan yang belum bisa diselesaikan secara tuntas.

Beberapa permasalahan yang patut dicermati mulai kasus keluar-masuknya warga ilegal, aksi penyelundupan barang dan senjata, termasuk tindak kriminal dan pencurian.

Tak cuma itu. Ia menekankan bila tiap prajurit harus mampu jadi seorang guru bagi anak-anak Papua. “Tularkan ilmu pengetahuan yang kalian miliki agar mereka tidak ketinggalan dari saudara-saudaranya warga Indonesia di tempat lain,” terangnya.

Tidak hanya berpesan kepada para prajurit yang akan bertugas, pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan untuk memperhatikan kepentingan keluarga yang ditinggal tugas, agar mengisi kegiatan harian di satuan dengan hal-hal positif dan selalu berdoa. (far)