Home > METRO BERITA > Betonisasi Belum Rampung, Jalan Kalimas Barat Retak 30 Cm

Betonisasi Belum Rampung, Jalan Kalimas Barat Retak 30 Cm

METROSEMARANG.COM – Jalan Kalimas Barat di Kelurahan Tanah Mas, Semarang Utara yang masih dalam proses pembetonan mengalami keretakan. Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang telah menyebabkan pergerakan tanah dan mengakibatkan sheet pile di saluran drainase sisi jalan mengalami kemiringan 70 derajat sepanjang sekitar 100 m.

Jalan Kalimas Barat sudah retak padahal proses betonisasi belum rampung. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sehingga menjadikan beton Jalan Kalimas Barat tersebut retak. Dari pantauan di lapangan Rabu (11/10) siang, beton yang retak tersebut berada di salah satu sisi jalan selebar sekitar 20-30 cm, dan sepanjang sekitar 100 m.

Saat ini kontraktor sudah melaksanakan pemadatan tanah di satu sisi jalan yang belum dilakukan betonisasi. Menurut salah satu warga sekitar, Giarto, sebelumnya pada hari Minggu (8/11) lalu belum terjadi keretakan tanah di Jalan Kalimas Barat tersebut.

“Tetapi setelah hujan deras pada Minggu malam, Senin paginya saat saya mau berangkat kerja sudah ada retakan tanah yang cukup lebar. Sheet pile di saluran drainase yang ada juga mengalami kemiringan,” katanya.

Kawasan Kalimas ini sebenarnya sudah tidak banjir pasca jalan ditinggikan. Namun menurutnya jalan ini telah mengalami keretakan sepanjang 100 m. ”Ini di bawah bongkahan tanah terdapat genangan air. Pada waktu Minggu malam memang hujan lebat, mungkin itu penyebabnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminudin mengakui ada sedikit kendala dalam pengerjaan betonisasi Jalan Kalimas Barat di Kelurahan Tanah Mas. Sebab kondisi tanah tidak stabil pasca hujan sehingga mengakibatkan sheet pile mengalami kemiringan.

Apalagi, saat kejadian kondisi beton masih basah sehingga semakin menambah beban tanggul atau shite pile penahan drainase di wilayah Tanah Mas. Namun, kontraktor tetap akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

”Saat ini kontraktor akan tetap tanggung jawab dan memperbaiki kondisi jalan tersebut. Sejak dua hari lalu hingga saat ini kondisi tanah sudah stabil karena tidak ada lagi pergerakan tanah,” jelasnya. (duh)