Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Betonisasi Jalur Pantura Bisa Memicu Kenaikan Harga Barang

Betonisasi Jalur Pantura Bisa Memicu Kenaikan Harga Barang

Proyek betonisasi jalur Pantura berpotensi mendongkrak harga kebutuhan pokok. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Dampak yang disebabkan oleh perbaikan Jalan Siliwangi dan Jalan Walisongo tidak bisa dihindari, terutama kemacetan. Akibat kemacetan yang ditimbulkan dari proyek betonisasi Jalur Pantura ini, bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok karena pembengkakan biaya operasional.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Ngargono mengatakan, kerugian yang paling terlihat adalah penggunaan bahan bakar. Selain itu, kerusakan mesin rawan terjadi ketika kendaraan besar hanya bergerak sedikit demi sedikit.

“Harga barang juga bisa naik. Truk barang yang harusnya bisa setoran tiga kali sehari, bisa saja hanya bisa melakukan setoran dua kali. Untuk menutupi biaya, menaikan harga barang menjadi jalan pintas, namun itu sebenarnya bersifat ilegal,” katanya.

Penumpang bus pun terkadang menjadi korban. Pengusaha bus tentu saja tidak ingin membelah kemacetan lantaran akan membuang waktu dan bahan bakar. “Pengusaha bus nakal tersebut bisa saja menurunkan penumpang di tempat yang seharusnya bukan menjadi tujuan,” kata Ngargono.

Dia berharap, meskipun terjadi kemacetan, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan prima dari pengusaha atau penyedia jasa. Meski dirugikan, lanjutnya, masyarakat yang kebanyakan pengusaha dan pengguna jasa tidak bisa menuntut kompensasi dari pemerintah atas kerugian yang disebabkan jalan yang macet.

“Proyek tersebut adalah proyek perbaikan. Jika yang terjadi adalah kerusakan jalan dan menimbulkan korban, maka masyarakat baru bisa menuntut ganti rugi kepada pemerintah,” jelasnya. (ade)