Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Bhayangkara U-21 Akhirnya Menang Lagi

Bhayangkara U-21 Akhirnya Menang Lagi

METROSEMARANG.COM – Bhayangkara FC menyudahi rentetan tiga hasil seri di Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21 usai menundukkan Persib Bandung 1-0, Senin (17/10) sore. Gol semata wayang anak asuh Nova Arianto dihasilkan rekrutan anyar Muhammad Rafli dari titik putih.

Rio Pradana tampil kurang maksimal sebelum akhirnya digantikan Rendi Pradana. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Rio Pradana tampil kurang maksimal sebelum akhirnya digantikan Rendi Pradana. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Sebelum lawan Persib yang digelar di Stadion Citarum, Bhayangkara FC menjadi tim yang paling akrab dengan hasil seri dibanding empat kontestan lain di Grup 1 ISC U-21. Total empat hasil imbang ditorehkan Asyraq Gufron dkk, tiga di antaranya secara beruntun, yakni lawan Semen Padang (0-0) dan dua kali lawan PS TNI (1-1 dan 0-0).

Hasil imbang lainnya didapat saat dijamu Persib (1-1) di pekan perdana. Sedangkan satu-satunya kemenangan dihasilkan dari laga kontra Persija Jakarta pada 21 Agustus silam dengan skor 3-2.

Setelah hampir dua bulan tanpa kemenangan, skuat Bhayangkara Muda akhirnya bisa memeroleh poin penuh. Tapi, kemenangan kali ini tak didapat dengan mulus.

Menjamu Maung Ngora–julukan Persib U-21–Bhayangkara justru kalah agresif dibanding tamunya. Berkali-kali kiper Awan Setho Raharjo dipaksa jatuh bangun menahan gempuran anak asuh Budiman Yunus yang dimotori dua penggawa PON Jabar, Gian Zola dan Angga Febryanto.

Eks kiper Timnas U-19 itu melakukan sejumlah penyelamatan penting. Di antaranya menggagalkan peluang Angga Febryanto di menit 24. Diawali tusukan Gian Zola dari area kanan pertahanan Bhayangkara, gelandang lincah ini mengirimkan umpan mendatar ke arah Angga yang berlari dari sisi kanan.

Tanpa pengawalan, striker Persib ini leluasa mengirimkan bola ke tiang dekat. Tapi, sambil menjatuhkan badannya Awan berhasil menghalau peluang yang sudah 90 persen berbuah gol.

Sementara, permainan tuan rumah justru tak bisa berkembang di paruh pertama. Bahkan, Nova Arianto sudah harus melakukan dua pergantian sebelum turun minum untuk meningkatkan daya gempur timnya.

Rendi Pradana dimasukkan menggantikan Rio Pradana untuk menambah serangan dari sisi sayap. Sedangkan Heri Setiawan yang kurang maksimal di jantung pertahanan digantikan M Syukron.

Dua pergantian ini cukup sukses membuat permainan Bhayangkara lebih stabil, setidaknya hingga paruh pertama berakhir. Meski belum bisa menjaringkan gol, mereka mampu meredam agresivitas Gian Zola cs.

Muhammad Rafli melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persib. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Muhammad Rafli melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persib. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Selepas jeda, tuan rumah akhirnya membuka skor di menit 52. Back pass tanggung bek Persib memang masih bisa dihalau kiper Andi Rahman. Tapi, sapuannya justru membentur M Rafli yang kemudian berhasil menguasai bola.

Striker Timnas U-19 ini akhirnya harus dijatuhkan di area terlarang saat berduel dengan Andi Rahman dan memaksa wasit Sigit Budiyanto memberi hadiah penalti untuk tuan rumah. Rafli yang menjadi algojo tanpa kesulitan menaklukkan kiper Persib.

Setelah gol ini, permainan mutlak menjadi milik tim tamu. The Young Tiger beberapa kali menciptakan ancaman ke gawang Awan Setho. Peluang terbaik lagi-lagi didapat Angga Febryanto. Sayang eksekusinya memanfaatkan skema tendangan bebas di menit 81 masih dimentahkan mistar gawang.

Hingga akhir pertandingan tak ada gol tambahan. Kemenangan ini mendongkrak Bhayangkara U-21 ke posisi runner up Grup 1 menggeser Semen Padang. Tim milik Polri mengumpulkan 10 poin, unggul dua angka dari Semen Padang dan hanya berjarak empat poin dari PS TNI yang masih kokoh di puncak klasemen.

Sementara, Persib belum beranjak dari peringkat empat. Pada laga selanjutnya, Bhayangkara FC akan menjamu Persija pada 23 Oktober mendatang. Sehari sebelumnya, Persib juga akan menjamu PS TNI.

Hasil ini menjadi kemenangan perdana bagi Nova Arianto sejak mengambil alih kendali tim di awal putaran kedua menggantikan Yusuf Ekodono. Namun demikian, Vava, sapaan akrabnya tidak terlalu puas dengan performa timnya.

“Pemain seperti mengalami demam panggung, sehingga mereka tidak bisa tampil seperti yang saya inginkan. Bagaimanapun kemenangan ini tetap saya syukuri, meski secara permainan saya kecewa. Kami akan evaluasi tim untuk persiapan lawan Persija,” ujarnya usai pertandingan. (twy)