Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Bhayangkara U-21 Waspadai Fighting Spirit Juku Eja Muda

Bhayangkara U-21 Waspadai Fighting Spirit Juku Eja Muda

METROSEMARANG.COM – Pelatih Bhayangkara FC U-21, Nova Arianto memuji fighting spirit skuat PSM Makassar U-21 yang akan menjadi lawan anak asuhnya pada laga kedua babak 8 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21. Dua pemain Juku Eja Muda juga bakal mendapat perhatian khusus dari Asyraq Gufron dkk.

Irfan Jaya (41) salah satu pemain berbahaya yang layak diwaspadai Bhayangkara U-21. Foto: metrosemarang.com/dok isc
Irfan Jaya (41) salah satu pemain berbahaya yang layak diwaspadai Bhayangkara U-21. Foto: metrosemarang.com/dok isc

Bhayangkara dan PSM sama-sama mengawali babak 8 besar dengan hasil imbang. Pada laga perdana, PSM berbagi skor 2-2 dengan Pusamania Borneo FC, setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama. Sedangkan Bhayangkara mengakhiri pertandingan kontra Persela Lamongan juga dengan skor identik.

Kedua tim bakal melakoni laga kedua di Stadion Gelora Bumi Kartini (4/12) besok. Duel ini diprediksi akan berlangsung ketat mengingat keduanya sama-sama mengincar kemenangan untuk memuluskan langkah ke babak semifinal.

“PSM tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka sudah membuktikan sebagai tim yang bagus dan punya fighting spirit luar biasa. Terbukti, tim ini bisa bangkit setelah tertinggal dua gol saat melawan Borneo,” kata Nova Arianto, Sabtu (3/12).

Menurut Vava, sapaan akrabnya, skuat besutan Budiardjo Thalib itu juga punya beberapa individu yang cukup menonjol. “Semua pemain PSM tetap kami waspadai, tapi dua pemain nomor 41 dan 99 juga harus diberi perhatian khusus,” imbuh Vava, yang sempat mengintip laga PSM kontra Borneo.

Dua pemain yang dimaksud adalah Irfan Jaya dan Kahar, yang berperan sebagai striker. Irfan memborong dua gol yang menyelamatkan timnya dari kekalahan saat melawan Borneo. Striker bertubuh mungil ini juga merupakan top skor ISC U-21 dengan torehan 13 gol. Kahar pun tak kalah garang. Pemain bernomor 99 tersebut mencetak hattrick kala timnya melibas Persiba Balikpapan dengan skor 6-0 di babak penyisihan Grup III.

“Kami menganggap semua pertandingan adalah final. Kekuatan tim-tim yang berada di babak 8 besar sangat merata, sehingga pemain tak boleh sedikitpun kehilangan fokus,” tegas Vava. (twy)