Home > METRO BERITA > Biang Masalah, Pengontrak Wisma Sunan Kuning bakal Ditindak Tegas

Biang Masalah, Pengontrak Wisma Sunan Kuning bakal Ditindak Tegas

METROSEMARANG.COM – Pengelola Resos Argorejo Sunan Kuning meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang untuk menertibkan para warga pendatang yang selama ini menyewa tempat-tempat karaoke di wilayahnya. Pasalnya, mereka menganggap keberadaan penyewa rumah karaoke seringkali menimbulkan masalah.

Penghuni Resos Argorejo tengah mengikuti kegiatan sosialisasi, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dom

Ari Istiadi, Ketua Lentera ASA yang jadi koordinator keamanan Sunan Kuning menuding banyak pengontrak rumah karaoke sejak lama tidak mentaati aturan yang ada di lokalisasi tersebut.

“Muara kasusnya ada ditangan mucikari. Kalau mucikarinya taat aturan maka keamanan Sunan Kuning tetap kondusif. Mucikari biasanya bekerjasama dengan para pengontrak wisma. Ini yang harus ditertibkan secepatnya,” ujar Ari kepada metrosemarang.com, Senin (27/3).

Ari bilang jumlah pengontrak wisma kini mencapai separuh dari total penghuni Sunan Kuning. Ia mengungkapkan perilaku pengontrak memang cenderung menimbulkan masalah di tengah masyarakat.

Dengan kondisi yang dikejar setoran tiap bulan, tiap pengontrak kerap mencari celah untuk melegalkan bisnis prostitusi.

“Jumlahnya hampir separuh dari warga asli. Dan ternyata setiap tahunnya, warga asli Sunan Kuning telah tergeser, mereka kalah saingan dengan mucikari luar kota,” jelasnya.

Ia pun membandingkan bila perilaku penduduk asli justru sangat sopan dan selalu menaati aturan yang ada saat ini. Dua kondisi yang bertolak belakang itulah akhirnya membuat tingkat kejahatannya melonjak.

“Pelanggaran hukum yang mereka lakukan sangat tinggi. Misalnya memasukkan pekerja seks tanpa seizin kita maupun berpesta narkoba di ruang karaoke. Padahal, daya tampung Sunan Kuning sendiri sangat terbatas. Hanya 488 orang saja,” cetusnya. Tiap wisma kebanyakan mempekerjakan dua sampai tiga PSK serta beberapa operator karaoke.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Kota Semarang Tommy Yarmawan Said berjanji bakal menindak tegas pelanggar aturan di Sunan Kuning. Ia tak ingin lokalisasi tersebut dijadikan ajang pesta narkoba dan sejenisnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat bakal mengerahkan petugasnya dibantu Satpol PP untuk merazia rumah-rumah karaoke yang melanggar izin usaha. “Akan kita koordinasikan dengan Satpol PP biar mereka disanksi tegas,” tukasnya. (far)