Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Biaya Makan Tinggi, Penduduk Miskin di Perkotaan Jateng Meningkat

Biaya Makan Tinggi, Penduduk Miskin di Perkotaan Jateng Meningkat

METROSEMARANG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyatakan pada September 2016 angka kemiskinan di wilayahnya turun 13,19 persen atau menjadi 4,49 juta jiwa bila dibanding situasi bulan Maret masih 4,50 juta jiwa.

Perkampungan nelayan menjadi salah satu wilayah perkotaan dengan jumlah warga miskin terbanyak. Foto: metrosemarang.com/dok

Namun ironisnya, dalam kurun waktu bersamaan jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan justru naik sampai 1,88 persen atau menjadi 55,47 ribu jiwa. Untuk penduduk miskin di desa cenderung turun hingga menyentuh angka 68,61 ribu orang.

Erisman, Kepala Statistik Sosial BPS Jateng mengatakan banyaknya warga miskin di areal perkotaan disebabkan biaya makanan yang semakin mahal.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap kenaikan garis kemiskinan di perkotaan yaitu, konsumsi beras, rokok, daging sapi, telur ayam ras, gula pasir, tempe, daging ayam, mie instan, bawang merah serta tahu.

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibanding komoditi bukan makanan, yakni mencapai 73,25 persen, kondisi ini malah tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada Maret 2016 sebesar 73,00 persen,” ungkap Erisman usai memaparkan tren gaya hidup warga Jawa Tengah, di kantornya Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (3/1).

Ia pun menyatakan untuk komoditi bukan makanan macam ongkos pembelian rumah, pendidikan dan listrik maupun kesehatan hanya menyumbang sedikit angka kemiskinan yang ada saat ini.

Ia menuturkan saat disurvei selama kurun waktu 2015 silam, petugasnya menemukan angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Jumlahnya mencapai 21,4 persen.

Kemudian angka kemiskinan terendah tetap berada di Kota Semarang yang notabene merupakan Ibukota Jateng. “Tetapi, secara absolute warga miskin di Brebes juga banyak,” paparnya.

Bila dilihat dari data secara nasional, indeks kemiskinan di Jawa Tengah sedikit menurun dimana posisinya menempati peringkat kedua setelah Jawa Timur dengan jumlah 4,6 juta jiwa.

“Jawa Tengah angka kemiskinannya hanya sekitar 4,49 juta orang,” tukasnya. (far)