Home > METRO BERITA > Biaya STNK dan BPKB Naik 200 Persen Gara-gara Pungli yang Dilegalkan

Biaya STNK dan BPKB Naik 200 Persen Gara-gara Pungli yang Dilegalkan

METROSEMARANG.COM – Lonjakan biaya pembuatan STNK dan BPKB hingga 200 persen memantik reaksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia bilang kenaikan itu terjadi karena terdapat beberapa pungutan liar (pungli) yang telah disahkan menjadi tarikan resmi.

Suasana Samsat Cabang Bank Jateng di Jalan Pemuda, Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Maka untuk meningkatkan pelayanan, yang dulu biaya eksternal seperti sogok, suap, pungli dan sebagainya itu sekarang disahkan menjadi biaya yang halal, sah dan dilindungi aturan,” ungkapnya, Jumat (6/1).

Seperti diketahui, biaya STNK dan BPKB yang termasuk dalam komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mulai hari ini naik sampai 200 persen. Pemerintah menetapkan kenaikan itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentag Jenis dan Tarif atasĀ  tertanggal 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan.

Penerbitan STNK sepeda motor yang tadinya hanya dikenai Rp 50 ribu per lembar, kini naik Rp 100 ribu. Kenaikannya mencapai 100 persen. Untuk penerbitan STNK mobil dan sejenisnya yang tadinya cuma Rp 50 ribu, kini menjadi Rp 200 ribu atau naik 300 persen.

Ganjar meminta adanya kenaikan STNK dan BPKB ke depan harus dibarengi dengan pola pelayanan polisi dan Samsat yang super cepat dan mudah.

Ia pun tak mempermasalahkan lonjakan biaya tersebut, asalkan “Tapi layanannya cepat. Maka saya sampaikan, dengan kenaikan ini masyarakat berhak untuk melaporkan,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan biaya komponen PNPB tak menjadi soal bila pemerintah mampu menggaransi pembuatan surat kendaraan terbebas dari pungutan liar atau pungli.

“Kalau sekarang naik tapi ngurus cabut berkas cuma sehari. Ngurus mbayar pajak enggak bicara hari tapi jam, mungkin malah menit saja,” imbuhnya.

“Kalau bisa yang sifatnya tahunan itu jangan datang, cukup online. Maka bank kita libatkan. Sekarang (Jateng) bisa dengan BRI dan Bank Jateng. Tapi untuk yang di Jakarta tapi plat nomor Jateng bisa bayar di Jakarta. Kayak beli pulsa, tinggal masukin nomor polisi,” tutupnya. (far)

Tinggalkan Balasan