Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Biennale Jateng Bisa jadi Pemantik Kunjungan Turis Asing ke Kota Lama

Biennale Jateng Bisa jadi Pemantik Kunjungan Turis Asing ke Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Panitia pameran seni rupa Biennale Jateng optimistis mampu mencuri perhatian para turis asing untuk berkunjung ke Kota Lama Semarang apabila rangkaian acara tersebut digelar secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.

Pameran Biennale Jateng di Galeri Semarang Art. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pameran Biennale Jateng di Galeri Semarang Art. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Chris Dharmawan, Steering Committee ajang seni rupa Biennale Jateng 2016 mengatakan, apa yang telah ditampilkan para seniman dalam pameran selama 15 hari itu menunjukan potensi berkesenian luar biasa yang dimiliki masyarakat Semarang.

Ia menjelaskan, pihaknya ke depan tinggal memperbaiki kualitas karya yang dipajang di tiap gedung tua sehingga daya pikat acara Biennale dapat terjaga dengan baik

“Kita ke depan akan memperketat kualitas karya yang akan ditampilkan. Sebab, dengan didukung penampilan gedung-gedung tua, pameran Biennale bisa jadi daya pikat bagi Kota Lama agar dikunjungi lebih banyak lagi para wisatawan asing,” kata Chris saat ditemui metrosemarang.com, Selasa (15/11).

Pembenahan lainnya, lanjutnya yakni harus menyeleksi seniman yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Penentuan tema pameran yang digelar tiap tahun juga harus diperketat disamping pelibatan tokoh seniman di sektor pengorganisasian.

“Apa yang akan seniman tunjukan di ruang galeri dan apa saja temanya itu yang patut dikaji mendalam. Itu penting demi melihat potensi seni rupa yang ada di Jateng. Harus banyak penyempurnaan,” katanya.

Pameran Biennale Jateng yang dibuka 1 November kemarin bakal berakhir hari ini. Selama 15 hari, terdapat 82 seniman instalasi dan perupa yang memajang 300 lebih karyanya. Mereka berasal dari lima komunitas lintas seniman.

Ia pun mendorong kepada Pemerintah Kota Semarang supaya memperbanyak ajang serupa mengingat kawasan Kota Lama selama ini telah menjelma menjadi destinasi utama bagi pelancong domestik maupun mancanegara.

Terlebih lagi, menurutnya gedung tua yang dipakai sudah memenuhi unsur heritage dan tinggal butuh sentuhan arstistik tinggi. “Selama 15 hari pameran Biennale, di Galery Semarang Art sendiri dikunjungi sedikitnya 200 pengunjung tiap hari,” terangnya.

Wisnu Bharata, perwakilan Gedung Galery Semarang Art mengaku animo masyarakat cukup tinggi saat pameran Biennale digelar selama 15 hari. Di empat lokasi gedung pameran, ada 20 ribu pengunjung dan ini sudah melebihi ekspektasi dan target awal hanya 10 ribu. (far)