BKSDA Jateng Gagalkan Jual Beli Elang Laut via Facebook

METROSEMARANG.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menggagalkan aksi perdagangan satwa liar via online yang dilakukan seorang pelaku berinisial JL di Kebumen. Dalam aksi ini, petugas mengamankankan lima satwa berupa tiga elang laut, seekor alap-alap dan seekor landak.

Elang laut yang berhasil disita BKSDA Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman mengatakan aksi perdagangan satwa liar ini terungkap pada 1 Maret kemarin. Ia menyebut bahwa pelaku disinyalir merupakan pedagang satwa dilindungi melalui media facebook.

“Kita dapati laporan masyarakat bila pelaku ini hendak menjual elang, alap-alap dan landak lewat jejaring facebook. Kemudian kami dibantu Ditreskrimsus Polda Jateng dan pegiat Wildlife Conservation Society (WCS) kemudian meringkusnya di Kebumen,” terang Suharman, saat ditemui, Jumat (9/3).

Pelakunya kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda. JL bakal dijerat UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati yang melarang memperjualbelikan satwa yang dilindungi.

Suharman memastikan pelaku terancam penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Menurutnya lima satwa liar itu untuk sementara ditaruh di kantor BKSDA Jalan Suratmo.

Dari hasil koordinasi dengan petugas BKSDA DKI Jakarta, pihaknya nanti akan memindahkan tiga elang laut ke Pulau Kotok di Kepulauan Seribu.

“Pekan depan elang laut ini akan kita pindahkan ke pusat pelepasliaran Pulau Kotok di Kepulauan Seribu,” bebernya.

Jika sudah sesuai persetujuan para ahli konservasi, katanya, elang laut akan dilepasliarkan ke habitatnya.

Tak hanya itu saja. Pihaknya juga mengamankan seekor owa dalam operasi penindakan di hotel Jalan Halmahera, Klaten. “Pemilik satwa inisial AY akan dipanggil ke Ditreskrimsus Polda Jateng untuk dimintai keterangan,” ujar Suharman. (far)