Home > METRO BERITA > Blunder Razia Permen Jari, SD Gayamsari 01 Merasa Dirugikan

Blunder Razia Permen Jari, SD Gayamsari 01 Merasa Dirugikan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pengajar di SDN Gayamsari 01 Semarang memprotes tindakan polisi yang merazia permen jari di sekolahnya pada Kamis pekan kemarin. Sebab hal itu dikhawatirkan mengganggu kredibilitas sekolahnya di mata publik.

Suasana SD Negeri Gayamsari 01. Pihak sekolah merasa keberatan dengan razia permen jari yang dilakukan oleh polsek setempat. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Suasana SD Negeri Gayamsari 01. Pihak sekolah merasa keberatan dengan razia permen jari yang dilakukan oleh polsek setempat. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Purwoningsih, seorang guru SDN Gayamsari 01 mengaku kecewa dengan penyitaan permen jari di sekolahnya. Ia menganggap ulah polisi ngawur dan mengada-ada padahal hasil uji petik laboratorium menyatakan tak ada zat psikotropika apapun dalam permen jari.

“Itu ngawur dan saya kecewa berat dengan tindakan polisi yang seperti itu,” katanya kepada metrosemarang.com, Selasa (18/10).

Totok Sugianto, Kepala SD Gayamsari 01 mengatakan bahwa awalnya dari Polsek Gayamsari mau memberi sosialisasi narkoba bagi siswa kelas V dan VI. Tapi entah mengapa di tengah acara justru diselipi razia permen jari. “Padahal tidak ada BPOM dan BNN yang ikut razia. Hasilnya pun negatif,” katanya.

Ia mengaku sedang membahas dampak razia permen jari belakangan ini. Menurutnya hal itu juga mempengaruhi citra sekolahnya di tengah masyarakat. “Kami akan berikan pemahaman orangtua murid agar tidak berpengaruh terhadap proses penerimaan siswa baru di tahun depan,” tuturnya.

Apalagi, saat acara berjalan mereka menunjukkan permen jari yang dijual di kantin sekolahan. “Saya merasa dirugikan dengan aksi penyitaan permen jari. Bagi kami yang penting psikologis siswa tetap tenang dan belajar dengan baik,” tukasnya. (far)