Home > METRO BERITA > BNN Jateng Musnahkan Sabu Senilai Rp 800 Juta

BNN Jateng Musnahkan Sabu Senilai Rp 800 Juta

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 751,06 gram sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Ratusan gram sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pada Rabu 8 November lalu yang melibatkan narapidana Lapas Pekalongan. 

Pemusnahan barang bukti sabu di kantor BNN Jateng, Kamis (7/12). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Total sabu sebenarnya ada 811,94 gram, namun ini disisihkan sebanyak 60,88 gram untuk digunakan sebagai bahan pembuktian di persidangan,” ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat melakukan pemusnahan di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Kamis (7/12).

Tri Agus menjelaskan barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus yang melibatkan seorang penghuni Lapas Pekalongan, Cristian Jaya Kusuma alias Sancai sebagai pengendali. 

“Kasus ini merupakan peredaran sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas. Kasus ini terungkap diawali dari penangkapan tersangka Dedi Kenia S di kawasan Patung Kuda Undip, Tembalang pada 8 November silam,” imbuh Tri Agus.

Dalam pemusnahan barang bukti tersebut juga disaksikan Sancai dan Dedi Kenia S. Pemusnahan dipimpin oleh Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo  didampingi oleh perwakilan Kejaksaan Tinggi, BPOM, Labfor Mabes Polri, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 

Barang bukti sabu dimusnahkan dengan dicampur air, detergen, dan solar di dalam sebuah ember. Sebelum dinusnahkan, sabu terlebih dulu diuji keasliannya oleh petugas Labfor Polri cabang Semarang. 

“Sabu nilai totalnya sekitar Rp 800 juta,” jelas Tri Agus.

Sementara itu, kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 132 (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman maksimal hukuman mati. Untuk Sancai akan ditambah pasal 144 tentang pengulangan perbuatan tindak pidana narkotika selama masa penahanan dengan pemberatan hukuman berupa penambahan sepertiga dari hukuman biasa,” pungkas Tri Agus. (fen)

Tinggalkan Balasan