Home > METRO BERITA > BNN Ungkap Modus Baru Peredaran Sabu di Jawa Tengah

BNN Ungkap Modus Baru Peredaran Sabu di Jawa Tengah

METROSEMARANG.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengendus modus baru peredaran narkoba dengan pengiriman melalui jasa travel. Ini terungkap dari penangkapan pengedar sabu yakni RH dan ADY di Jalan Sadewa 7, Pendrikan, Semarang pada (20/7) lalu.

BNNP Jateng mengungkap kasus peredaran sabu jaringan lapas. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kedua pengedar tersebut baru saja mengambil sebuah paketan yang berisi sabu seberat 25 gram dari sebuah jasa travel. Selain itu, modus serupa juga terjadi di Blora Jawa Tengah. Seorang perempuan berinisial YAI dibekuk oleh petugas BNNP Jateng di depan sebuah agen travel di Jalan Sumodarsono, Blora, Jawa Tengah pada Jumat (28/7) lalu. Ia didapati mengambil sebuah paketan berisi sabu seberat 25 gram yang terbungkus di dalam sebuah kotak.

Dalam pengirimannya, sabu dibungkus menyerupai paketan barang biasa dan tidak dicantumkan jenis barang pada label keterangan barang. Hanya ada alamat tujuan yang tertulis pada badan paket.

Kepala BNNP Jateng, Brigadir Jenderal Tri Agus Heru mengatakan dari kedua kasus tersebut bukanlah satu jaringan yang sama. Untuk sabu yang diamankan dari tersangka asal Cilacap yakni RH dan ADY rencananya akan diedarkan diwilayah Cilacap.

Sedangkan dari pelaku asal Blora yanki YAI rencananya akan diedarkan di wilayah Blora. Selain itu dari pengakuan YAI ia dikendalikan oleh ayahnya yang sedang menjalani proses hukum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati.

“Untuk modus melalui travel, melalui angkutan penumpang ini saya kira ini modus baru, biasanya kan melalui jasa ekspedisi pengiriman. Ternyata mereka lebih lihai lagi menitipkan barang melalui travel angkutan penumpang, saya kira ini modus baru,” ujar Tri Agus saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Selasa (1/8).

Menanggapi hal tersebut, pihaknya kini akan memperketat pengawasan terhadap jasa travel. “Kita juga akan himbau kepada para penyedia jasa travel agar mewaspadai penitipan barang melalui travel,” pungkas Tri Agus. (fen)