Home > METRO BERITA > METRO JATENG > BNPB Tinjau Alat Penanggulangan Bencana di Semarang

BNPB Tinjau Alat Penanggulangan Bencana di Semarang

METROSEMARANG.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana hari ini, Selasa (26/4) meninjau kelengkapan peralatan penunjang penanggulangan bencana di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Peninjauan alat deteksi bencana langsung dipimpin Kepala BNPB Willem Rampangilei yang didampingi Gubernur Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar Pranowo meninjau kelengkapan peralatan penunjang penanggulangan bencana di kantor BPBD Jateng, Selasa (26/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Gubernur Ganjar Pranowo meninjau kelengkapan peralatan penunjang penanggulangan bencana di kantor BPBD Jateng, Selasa (26/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengaku bangga melihat perlengkapan logistik yang ada di Semarang. “Setelah alat-alat kebencanaan di Jawa Tengah sudah diresmian maka nantinya berlanjut di tingkat kabupaten/kota lainnya,” ungkap Willem.

“Harapannya ke depan regu penanggulangan bencana di Indonesia selalu dapat dukungan logistik agar dapat dimanfaatkan secara tepat dan cepat saat dibutuhkan,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah provinsi selalu siap menanggulangi tiap bencana yang terjadi di 35 kabupaten/kota.

Ia bilang Jawa Tengah adalah pusat laboratorium kebencanaan dunia karena wilayahnya terdapat beragam potensi bencana alam yang berdampak pada kelangsungan hidup orang banyak.

“Hanya Salatiga yang paling kecil risikonya (bencana alam). Sedangkan semua daerah Jawa Tengah jadi prioritas utama penanggulangan bencana,” kata orang nomor satu di Provinsi Jateng ini.

Alur bencana di Jateng, katanya, kini memanjang dari sisi barat hingg timur terutama eks-Karesidenan Kedu dan Banyumas yang rawan longsor dan banjir. Di sana, terdapat Gunung Merapi, Slamet, Merbabu, Lawu dan Sindoro yang ia sebut. “Aktifnya kadang-kadang tanpa permisi,” jelas Ganjar.

Karena itulah, ia meminta kepada warganya agar selalu siap mengatasi hal tersebut dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya. “Kesiapan logistik paling penting dalam pengurangan bencana,” tandasnya. (far)