Home > METRO BERITA > Bopong ‘Pocong’, Cah-cah Unnes Geruduk DPRD Jateng

Bopong ‘Pocong’, Cah-cah Unnes Geruduk DPRD Jateng

Boneka pocong yang dibopong para mahasiswa itu menjadi simbol matinya demokrasi di Indonesia. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Boneka pocong yang dibopong para mahasiswa itu menjadi simbol matinya demokrasi di Indonesia. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Puluhan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang tergabung dalam Barisan Rakyat Indonesia Jaga Demokrasi (Brigade) menggelar demonstrasi di depan kompleks gedung DPRD Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang, Senin (29/9) siang. Dengan menggotong boneka pocong, mereka menolak UU Pilkada melalui DPRD.

Koordinator aksi Rama Tantowijaya mengatakan, kedaulatan rakyat merupakan kekuasaan tertinggi di Indonesia. “Pilkada secara langsung harus tetap dilaksanakan, karena sesuai konstitusi pasal 18 ayat 4 UUD 1945 tentang pemilihan kepala daerah,” tuturnya di sela aksi.

Dalam aksi tersebut seorang mahasiswa menggelar teaterikal dengan membopong buntalan kain kafan yang menyerupai pocong. “Pocong yang dibopong itu sebagai simbol bahwa demokrasi Indonesia telah mati dan diganti dengan oligarki kepartaian. ‘Jenazah’ ini dibunuh oleh para anggota dewan yang mengesahkan UU Pilkada,” imbuhnya.

Aksi ini berlangsung hingga Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, turun menemui para demonstran. Rukma sendiri menyatakan bahwa Pilkada lewat DPRD merupakan langkah mundur bagi demokrasi Indonesia. (yas)