Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Borobudur Diprotes Gara-gara Dibanjiri Pedagang

Borobudur Diprotes Gara-gara Dibanjiri Pedagang

METROSEMARANG.COM – Pengelola Candi Borobudur mendapat protes keras dari Unesco ihwal maraknya pedagang yang membanjiri kawasan wisata cagar dunia tersebut.

Presiden Ukraina Petro Poroschenko beserta istri saat berkunjung ke Candi Borobudur, awal Agustus 2016. Foto: dok metrojateng.com
Presiden Ukraina Petro Poroschenko beserta istri saat berkunjung ke Candi Borobudur, awal Agustus 2016. Foto: dok metrojateng.com

Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur, Iskandar M Siregar mengatakan protes keras badan warisan dunia yang bernaung dibawah PBB itu berawal pada 2006 silam. Tapi rupa-rupanya protes itu tak digubris pemerintah.

“Makanya, kita sekarang menindaklanjuti dengan melaksanakan aturan yang ada dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014 tentang izin tata ruang,” ujar Iskandar, Senin (19/9).

Ia mengkhawatirkan protes dari Unesco itu berpotensi berakibat fatal terhadap kelangsungan status Borobudur sebagai warisan dunia yang ditetapkan sejak 25 tahun silam.

“Kalau rekomendasinya tidak ditindaklanjuti nantinya akan ada monitoring. Mungkin bisa dijatuhi peringatan sampai status warisan budayanya dicabut,” keluhnya.

Saat ini, ia kembali menagih keseriusan pemerintah untuk mempercepat menertibkan pedagang Borobudur. Unesco sebenarnya merekomendasikan penataan para pedagang kaki lima (PKL) sejak 2009 silam.

Pada 2009 silam, penataan pedagang dengan jelas disebutkan kalau mereka harus keluar dari zona II Candi Borobudur. “Memang penataan itu belum dilakukan oleh Kementerian PU. Karena PU baru bisa melaksanakan Perpres pada 2019 mendatang,” akuinya. (far)