Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Boyolali Bangun Museum Sekelas Museum Louvre di Perancis

Boyolali Bangun Museum Sekelas Museum Louvre di Perancis

image
Museum Louvre di Perancis. Foto: internet

BOYOLALI – Pemkab Boyolali akan membangun meseum, di bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud). Gedung di jalan Boyolali-Solo, km 2, Tegalwire, Mojosongo itu kini sudah dibongkar. Yang menarik, bangunan museum tersebut direncanakan akan mirip dengan Museum Louvre di Paris, Perancis.

Untuk pembangunan museum tersebut, telah dianggarkan dana sebesar Rp 5,3 miliar. Lokasi museum yang strategis yakni di jalur utama Solo-Semarang, akan memudahkan masyarakat untuk berkunjung. Selain itu, bangunan yang representatif diharapkan menjadi daya tarik pengunjung.

Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan pembangunan museum tersebut akan mengadopsi Museum Louvre di Paris Perancis. Salah satu museum terbesar, museum seni yang paling banyak dikunjungi. “Bangunan museum nantinya akan dibuat mirip dengan museum Louvre di Perancis. Bentuk museum nantinya seperti piramida dengan tersusun panel kaca,” kata Bupati Seno Samodro kepada wartawan kemarin.

Ditambahkan, keberadaan museum bisa menjadi tempat edukasi sejarah peradaban Boyolali dari masa ke masa. Sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata di Boyolali. Berbagai benda cagar budaya (BCB) peninggalan peradaban Boyolali, akan dipajang dan dipamerkan di dalam museum. “Ini sangat penting bagi generasi muda, juga untuk memperlihatkan pada dunia tentang peradapan yang pernah ada di Boyolali,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Disbudpar Boyolali, Mulyono Santoso, menambahkan pembangunan museum ditargetkan selesai bulan Juli mendatang. Kini, pihaknya masih melakukan pendataan benda-benda bersejarah di Boyolali yang layak ditempatkan di museum.
Menurut dia, saat ini terdapat 400 lebih benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Boyolali. Kebanyakan merupakan peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha. Sebagian besar benda cagar budaya itu kini berada di Rumah Arca Taman Kota Sono Kridanggo. “Diantaranya, arca Dhurga, Nandi, lingga, yoni dan Ganesha,” jelasnya.

Selain benda bersejarah tersebut, lanjut dia, menurut rencana juga akan dipamerkan pakaian-pakaian adat khas Boyolali dan foto-foto peristiwa bencana erupsi Merapi. Juga foto kondisi hutan dan perkampungan lereng Merapi yang rusak akibat dampak erupsi serta banjir lahar dingin. (MJ-07)