Home > METRO BERITA > BPBD: 38 Kali Longsor di Semarang selama Musim Hujan 2016

BPBD: 38 Kali Longsor di Semarang selama Musim Hujan 2016

METROSEMARANG.COM – Masyarakat Kota Semarang harus mewaspadai bencana tanah longsor pada musim hujan. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat sudah ada 38 kejadian tanah longsor selama musim hujan tahun ini.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Rabu (16/11). Selama musim hujan 2016, tercatat 38 kejadian tanah longsor di Semarang. Foto: metrosemarang.cim/masrukhin abduh
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Rabu (16/11). Selama musim hujan 2016, tercatat 38 kejadian tanah longsor di Semarang. Foto: metrosemarang.cim/masrukhin abduh

Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, wilayah selatan Kota Semarang, yaitu dari tengah kota ke atas merupakan daerah rawan longsor. Wilayah tersebut didominasi perbukitan.

”Mulai dari Wonosari, Tambakaji, Gisikdrono, Kembangarum, Bongsari, Simongan, Petompon, Lempongsari, Randusari, Tinjomoyo, Tandang, Jomblang, dan lainnya,” sebutnya, saat mendampingi Wali Kota Semarang meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Kecamatan Gajangmungkur, Rabu (16/11).

Pada peristiwa longsor di Lempongsari, Selasa (15/11) siang kemarin, dua rumah mengalami kerusakan. Masing-masing milik Dian Sunaringtyas di RT 3 dan Suratman di RT 2. Tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam kejadian tersebut.

Pada 2 Oktober 2016 silam, dua orang tewas saat terjadi tanah longsor di Perumahan Umum Bukit Sari, Jalan Bukit Bromo RT 04/RW XI Kelurahan Ngesrep, Banyumanik. Kedua korban, Jason (10) dan Jessica (18) terjebak selama beberapa jam di reruntuhan bangunan yang tertimpa longsoran talud.

Sebelumnya, pada 28 September 2016, talud penahan Bukit Beringin di Ngaliyan ambrol dan menimpa bangunan sekolah taman kanak-kanak. Meski bangunan sekolah rusak parah, namun peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga berulang kali mengingatkan warganya agar meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim hujan. Masing-masih pemangku wilayah di kelurahan dan RW sudah diberi surat edaran terkait potensi bahaya yang ditimbulkan curah hujan yang tinggi. (duh)